Showing posts with label life is a life hah. Show all posts
Showing posts with label life is a life hah. Show all posts

Tuesday, November 23, 2010

Curhatan sesi ke sepuluh juta

Hallo, lagi-lagi saya pengen curhat tentang kehidupan saya sebagai mahasiswi ITB. Bosen ya? Hahaha

Udah beberapa minggu ini, suasana kampus disibukkan oleh wara wiri kampanye. Kampanye untuk apa? Kampanye untuk Pemilihan Calon Ketua Himpunan dan Calon Senator. Di kampus, pamor Kahim dan Senator itu 'sedikit wah' loh untuk diketahui, hehe. Begitu juga dgn HMTL-ku tercinta (haha). 

Jadi ada 2 Cakahim dan 2 Casenator di HMTL. Udah beberapa minggu ini kami disibukkan oleh kampanye, persiapan kampanye, persiapan hearing dan lalalala yang sangat menyita waktu dan pikiran. Padahal ga ada pemilu aja, waktu dan pikiran udah kesita juga yah? Hahaha. 

Oke, selesai membahas tentang pemilunya, karena ternyata oh ternyata masih ada proker besar lainnya yaitu Ecoschool VII di SMP Negeri 22 Bandung. Yang sudah diadakan dari awal bulan selama 4 minggu kedepan. Yoi, sampai akhir bulan nanti, kami akan disibukkan dengan anak-anak SMP yang lucu namun kritis namun cerewet namun agak centil namun bandel juga dan sebagainya itu.

Ga berhenti sampai disana aja, ada satu proker besar lainnya yaitu Desa Mitra. Nah ini nih yang agak susah, melihat teman-teman panitia inti yang bolak-balik Desa Cililin untuk survey aja saya udah letih. Kabar yang terdengar yaitu Desa Cililin itu luar biasa jauhnya, medan menuju kesana pun luar biasa buasnya, nyampe disana pun kondisi desa juga luar biasa, yak kesimpulannya panitia nya jauh lebih luar biasa, haha. Padahal Desa Mitra ini masih akan diadakan pada akhir Bulan Desember, atau tepatnya setelah Ujian Akhir Semester. Namun persiapannya saja sudah meletihkan.

Oke cukup membahas tentang proker-proker besar yang memang persiapannya harus matang dan dari jauh-jauh hari dan tentunya menyita waktu dan pikiran juga. Dibalik itu semua, perlu diketahui bahwa di hari-hari dan minggu-minggu yang hectic ini, yang namanya tugas, laporan dan sebagainya itu masih aja ada!!! Tiap malam saya harus berurusan dengan laptop, kertas, dan pulpen, entah sampai kapan berakhirnya, TIAP MALAM LOH, TIAP MALAM! Udah ga santai ya, haha. Dan minggu depan pun, Pra UAS udah dimulai. 
Huu say hello to the hell week (again), kristy! 

Tuesday, November 16, 2010

Lagi iseng-iseng lihat timeline twitter si neng alias astrini naselga, kebaca reply-an dia ke temannya, yang potongan isinya : "Kadang yang dikasih Allah bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan"

Well, sebenarnya saya tidak tau apa yang sedang neng dan temannya bicarakan, yang saya tau kalimat itu (lagi-lagi) menyenggol sisi keimanan saya. Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga, atau bahkan sepenuhnya benar. Emang semua yang terjadi di hidup ini udah diatur sama Allah, cuma terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi mungkin dibalik semua ketidaksesuaian-dengan-keinginan-kita tersebut, kita harus sadar bahwa mungkin emang itulah yang kita butuhkan.

Makasih untuk neng, yang semakin menyadarkan saya, bahwa ya, seharusnya saya bersyukur.

Saturday, November 06, 2010

Hai, ada yang percaya kalau hidup itu seperti roda yang berputar? Saya, saya sangat percaya!
Tak banyak alasan yang bisa saya utarakan kenapa saya percaya, but its really happened to me!
And you know guys, I think my wheels are spinning down T-T
Ga pernah sebelumnya terpikir bahwa saya akan merasakan hal-hal yang belakangan ini terjadi di hidup saya. Tapi ya namanya juga hidup, ga mungkin toh enak selalu.

Satu hal yang bisa saya petik dari semua ini, disaat kita berada diatas, persiapkanlah diri untuk berada di bawah.

Karena saya tidak melakukan itu, dan hasilnya sekarang, semuanya terasa begitu berat untuk dipikul. Entah kemana mesti mengadu selain kepada Tuhan.

Thursday, October 28, 2010

Jenuh lagi dan lagi

Tau yang namanya titik jenuh? Pernah ngerasain yang namanya titik jenuh?
Saya pernah, berkali-kali bahkan. Dan sekarang mungkin sudah ke sepuluh juta kalinya saya mencapai titik jenuh. Jenuh karena apa? Iya, karena akademik!


Demi Alloh, kepala udah penuh rasanya. Too much to do, too little time!
Please, saya butuh sedikit aja waktu untuk bernapas tenang.
Ga ngerti apakah ini dirasakan seluruh mahasiswa setingkat saya, atau emang saya nya aja yang terlalu lemah.


Laporan yang harus dikumpul dalam waktu dekat ini bahkan ada empat, EMPAT loh, EMPAT! Belum lagi jurnal. Yang semuanya ditulis tangan. Tugas dari dosen di kelas, yang juga tulis tangan! Belum lagi tugas asistensi yang udah tau belum diajarin cara pengolahan datanya malah disuruh dikumpul besok. Belum lagi banyaknya acara kampus dan himpunan. Belum lagi sisa-sisa buteknya pasca UTS. 


Belum sempat otak saya menghirup oksigen yang lebih banyak, dia udah dipaksa lagi untuk bekerja. Betapa malangnya nasib nya. Akh, udah ga bisa diungkapkan gimana butek nya otak ini sekarang.


Maaf para pejuang, menodai makna dari Hari Sumpah Pemuda yang kebetulan jatuh tepat hari ini, Kamis, 28 Oktober 2010 ini. Saya bukannya mundur atau tidak mau lagi berlari, namun hanya berhenti sejenak.

Monday, July 26, 2010

Welcome back

Yes here I am, Bandung again.
Eh sebelumnya, selama kurang lebih dua bulan saya vakum dikarenakan pulang kampung. Bukan, bukan karena di "kampung" saya tidak ada jaringan internet, hanya saja saya terlalu menikmati liburan sehingga kurang ada waktu untuk menulis, hehe.


Selama dua bulan di Padang, hmmmmmm banyak yang terjadi.
Yang jelas sih berat badan saya bertambah, namanya juga pulang ke rumah ya pasti perbaikan gizi lah, hehe.


Tidak full dua bulan saya habiskan di Kota Padang. Kadang saya ke Bukittinggi. Dan hari-hari terakhir liburan saya isi di Pekanbaru. Karena dua orang saudara sepupu saya menikah.


Semua keluarga besar berkumpul. Dari Medan, Padang, Pekanbaru. Yak, kemarin akhirnya bisa berkumpul bersama lagi setelah sekian tahun tidak. Senang rasanya, tidak sia-sia saya ngetem kelamaan di Padang. Padahal teman-teman sudah banyak yang kembali ke Bandung.


Sebenarnya saya pulang lebih awal 3 minggu dari jadwal dimulainya kuliah. Karena adanya beberapa alasan, diantaranya : adanya training for trainer (TFT) untuk persiapan panitia ospek jurusan, saya bosan di Padang lama-lama dan yang terakhir karena saya mau bertemu zakumi hahaha.


Dan jadilah selama seminggu saya di Jakarta. Tapi sayang, tujuan utama saya balik cepet tidak kesampaian karena satu dan lain hal.


Akhirnya, disinilah saya berada sekarang. Meja belajar di kamar kos an di Kota Bandung Bermartabat ini. Karena besok jadwal TFT sudah dimulai, maka malam ini saya sudah berada di Bandung lagi.


So welcome back, Kristy :)

Sunday, April 18, 2010

Pengalaman di Panti Asuhan

Satu kata : LUAR BIASA.

Tadi di sela-sela pratikum hidraulika sungai (mekanika fluida) yang berlokasi di tepian Sungai Cikapundung, saya ijin sebentar kepada asisten untuk pergi ke panti asuhan. Dalam rangka apa? teman saya Bella dan Kak Citra merayakan ulang tahun bersama saudara-saudara di panti. Yak mereka memilih Panti Asuhan Kristen Dana Mulya di Cipaganti sana.

Jujur, baru sekali saya masuk dan berpartisipasi di Panti Asuhan Kristen, karena saya sendiri seorang muslim. Sangat menarik bagi saya, banyak pengalaman seru. Tapi di balik apakah saya Islam sedangkan mereka Kristen, jujur, saya merasa tidak ada perbedaan diantara kami. Entah mengapa saya tetap merasakan rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan yang kuat disana ;).

Meskipun, saya sendiri hanya sebentar karena saya bersama Christine dan Putu harus kembali ke Cikapundung karena masih dalam pratikum. Namun, kebersamaan yang sesaat itu sangat mengimbas banyak hal kepada diri saya. Tadi saya sempat bermain bebentengan bersama mereka, main basket bareng, saya sempat berkenalan dengan hampir masing-masing dari mereka, bercengkrama, bercanda, berfoto-foto. Dan ya, saya terenyuh. Mereka begitu riang, gembira, tertawa lepas. Saya hanya merasa sungguh luar biasa. Mario, Makin, Fernandes, Gilbert, Tasya, Melita, Agus dan semuanya bisa tertawa begitu lepas padahal mereka mungkin tidak punya ayah, tidak punya ibu, tidak punya kerabat dekat, atau meskipun punya tapi mereka tidak diinginkan. Mereka juga hidup pas-pasan, karena meskipun (menurut saya) Panti Asuhan Dana Mulya termasuk panti yang berkecukupan di fasilitas namun tetap saja itu panti, tidak mungkin mereka hidup mewah disebuah panti.
Sedangkan saya, kita, yang masih punya dua orangtua, masih punya adik kakak, om tante, kakek nenek, tapi masih saja mengeluh setiap saat, masih aja gatel mau beli baju baru, sepatu baru, tas baru. Masih saja merengek meminta uang jajan lebih. Masih saya sebel kalau kemauannya tidak dituruti.

Saya pun sadar, betapa tidak bersyukurnya saya. Saya merasa kecil jika dibandingkan dengan mereka. Mario yang baru kelas satu SD dititipkan disana karena orangtuanya bercerai namun ayahnya hanya seorang tukang becak dan merasa tidak mampu menafkahi Mario. Tapi dia masih bisa tertawa dan bermain. Belum lagi mereka yang ditinggalkan sewaktu bayi di depan pintu panti, ;( Saya benar-benar terenyuh.

Sudahkah kita bersyukur saudara-saudara? Atau yang lebih tepat mungkin, sudah cukupkah rasa bersyukur kita?

Bella dan Kak Citra




Saya bersama Mario dan kawan-kawan
Bella, Neng, Christine dan Saya bersama saudara-saudara di panti

Tuesday, March 23, 2010

Nasib jadi mahasiswa semester 4

Hari ini harusnya saya senang plus lega plus bisa santai santai dan plus plus semua yang seharusnya dirasakan seorang mahasiswa setelah melalui masa UTS (Ujian Tengah Semester). Namun pada nyatanya? TIDAK.

Yak. UTS yang berlangsung selama seminggu lebih tersebut berakhir tepat hari ini. Tadinya saya berpikir untuk nonton atau sekedar jalan bersama teman untuk meregangkan urat-urat syaraf. Haha. Bukannya berlebihan, tapi jujur kepala saya telah penuh selama seminggu kemarin diisi dengan materi-materi seabrek dan banyak hapalan. Karena saya bukan orang yang senang menghapal jadi hal tersebut sangat menyusahkan bagi saya.

Tapi teman-teman, hidup terkadang tidak seperti yang kita inginkan. Belum lagi keringat saya kering karena kepanasan di kelas sewaktu ujian Agama, becky (teman Saya) sudah mengingatkan akan rapat mengenai Home Tournament di himpunan langsung sesudah ujian Agama. What the?? Sesampainya di himpunan, saya bertemu dengan sigit (teman saya juga) saya teringat akan tugas membuat cash flow dan perubahan anggaran biaya yang diberikan Sigit kepada saya sebagai bendahara Syukuran Wisuda ITB April. Belum lagi semua beban itu tertampung di otak saya, tiba-tiba ada sms yang mengingatkan adanya Pembukaan Pra PSB di kampus. Belum lagi mengingat banyaknya sms dari Silvy mengenai Pemira KM ITB. Dan masih berada di himpunan dengan keadaan rapat Home Tournament yang belum dimulai, orang-orang tampak sedang membahas mengenai laporan mikling, laporan mekflu, presentasi mikling. Now I will say, WHAT THE HELL !

Apa coba yang namanya lega setelah UTS. Beban segudang masih menanti di depan hidung!
Kapan istirahat nya ini otak? Otak juga punya kapasitas gitu. Kalian semua mesti tau, saya masih belum menyentuh segala macam laporan yang notabene wajib tulis tangan, dan satu presentasi tersebut. Karena ingin belajar untuk UTS hari ini. Huh.

Tugas. Pengertian tugas bagi saya yaitu : sesuatu yang jika selesai satu, maka akan datang lagi seribu! Ga ada habis-habisnya! Tiada hari tanpa menulis laporan dan jurnal. Tapi senior-senior bilang, memang semester 4 merupakan semester terberat yang pernah ada. Jadi bukan hanya saya yang merasakan hal-hal ini. Oleh sebab itu setiap saya mengeluh, saya selalu berusaha mengingat, bahwa semua yang saya lakukan, semua jerih payah saya sekarang tidak akan berakhir sia-sia. Amin ya Allah. Semoga saja. :D

Jadi, semangat ya buat teman-teman sesama Teknik Lingkungan ITB angkatan 2008. Kalian semua pasti juga mengalami apa yang sedang saya alami. Rasa jenuh yang tiada habisnya terhadap semua ini.

Saturday, March 06, 2010

my february's golden week

Golden week di bulan februari yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, terasa sangat berkesan karena diluangkan bersama temen-temen. 3 hari libur yang terasa sangat singkat, namun padat. :)
Terima kasih teman-teman, karena sedikit memberi warna ditengah-tengah kegiatan saya yang sangat membosankan dan selalu berkutat dengan jurnal pratikum, laporan pratikum, pratikum mekflu dan mikling, dan segala macam tetek bengek kampus yang membuat saya merasa benar-benar jenuh dan kurang suka dengan suasana kota Bandung.

Meskipun terkadang ada juga jalan bersama teman, namun entah mengapa suasana kota Bandung sangat kental dengan dunia perkuliahan bagi saya.





HAHAHAHAHA


:-*

Saturday, February 20, 2010

Fikri yg malang, tak tergerakkah hati kalian?

Terinspirasi dari sebuah acara pencari bakat anak-anak di Sabtu siang. Acara tersebut sering meliput mengenai anak-anak keterbelakangan mental berprestasi di segala hal, anak-anak berpenyakit ganas tp tidak mempunyai dana untuk pengobatan. anak-anak cacat yang tetap memiliki semangat hidup, dsb. Yang sering juga mengetuk pintu hati masyarakat untuk membantu, atau sekedar menyerap semangat-semangat mereka.

Hari ini, kebetulan acara tersebut me-review mengenai kondisi Fikri bayi berusia 18 bulan yang memilki kelainan empedu. Namun, keluarganya memiliki keterbatasan biaya untuk masalah pengobatan. Di video rekaman yang ditampilkan di acara tersebut, Ibu Fikri mengatakan bahwa awalnya mereka (orangtua Fikri) sudah putus asa, karena mereka tidak memilki cukup biaya, sedangkan kondisi anaknya semakin hari semakin buruk, namun ketika melihat kasus bilqis, prita, dan lain lain, timbul sedikit semangat dan harapan bahwa masih banyak orang-orang diluar sana yang masih memiliki perhatian untuk mereka yang kekurangan.

Lalu pembawa acara menghubungi Ayah balita malang tersebut, tapi diluar dugaan, beliau mengatakan bahwa tadi pagi (Sabtu, 20 Feb 2010) Fikri telah menghembuskan nafas terakhirnya.

........

Mendengar itu, menitik air mata Saya, merinding.Hal pertama yang Saya pikirkan, betapa malangnya fikri! Kenapa? Apa sih masalahnya? Uang? Kenapa ga ada keadilan bagi mereka yang kekurangan? Jika saja Saya sudah memiliki uang yang banyak dengan jerih payah sendiri, insyaAllah Saya tidak akan berpikir dua kali untuk membantu fikri2 yang lainnya!

Kemana pemerintah yang katanya menjamin kesehatan masyarakat miskin? Daripada sibuk mengurusi kasus Bank Century yang ujung-ujungnya cuma mempermalukan diri sendiri dengan saling bertengkar dalam rapat, atau mengurusi mobil baru untuk para menteri, atau sibuk mendemo 1000 hari masa kerja presiden, atau yang paling terakhir terdengar dan sangat hangat : kenaikan gaji para pejabat! Lebih baik beliau-beliau yang terhormat tersebut memperhatikan masalah yang tidak bisa dikatakan sepele ini!

Daripada uang puluhan triliun dialokasikan untuk mereka, PARA PEJABAT YANG TOH SUDAH BANYAK UANG JUGA, lebih baik uang itu dialihkan untuk mengobati anak-anak yang memiliki penyakit kronis namun tidak memiliki cukup biaya pengobatan. Mereka penerus bangsa Bung! Untuk apa memberikan banyak uang negara bagi mereka yang sudah banyak uang, menurut Saya alasan untuk menghormati apa yang telah mereka kerjakan bukan satu alasan yg kuat! Jika negara kita sudah bebas dari kemiskinan, koruspi, hukum yang tidak teratur, baru bisa dikatakan kita perlu memberikan penghargaan kepada beliau-beliau.

Tapi lihatlah negara kita sekarang, kita miskin! kita menderita! kita saling mencaci maki padahal kita satu negara, satu kesatuan, satu bangsa!
Mungkin memang Saya masih belum cukup umur dan cukup pengalaman untuk mengatakan beberapa hal diatas, namun anggaplah ini hanya sebuah teriakan, ajakan, dan terserahlah apa kata kalian!
Satu yang pasti, saya tidak berniat memprovokatori, menghina, atau menghujat seseorang atau sebagian orang.
Jika Saya ada salah, mohon dikoreksi.
Terima kasih.

Saturday, February 13, 2010

Nyaris ketipu!

Kejadian nya baru aja terjadi, Sabtu 13 Februari 2010 sekitar pukul 12.15 siang.

Jadi gw lagi di toilet (biasalah), pintu kamar gw kebuka dengan lebarnya, udah kebiasaan sih gw buka lebar2 soalnya kan kamar gw samping2an sama wina, jd kami kebiasaan buka2 pintu kamar.

Jadi ada yang ngetokin gitu kan "Neng, ganggu bentar neng!".

Awalnya gw cuekin gw pikir apa coba ga penting, tp gw inget pintu nya kebuka lebar banget, dengan handphone dompet segala tergeletak gitu aja, akhirnya gw keluar dari toilet, gw samperin :

gw : "Kenapa buk?" (dengan nada ketus, gw orgnya emang rada ketus kalau sama org ga penting gitu)

si ibuk penjual abate (selanjutnya gw singkat jadi SIPA) : "Ini neng tolong ditempel dipintunya (sambil ngasi selebaran ttg bubuk abate), mengingat banyaknya kasus dbd belakangan ini kami mendata dan memberikan bubuk abate ke setiap warga, dan bla bla bla (ga gw dengerin bgt), kamar sebelah neng eci juga udah dan bla bla bla" sambil nyodorin 8 bungkus bubuk abate.

gw : "heh? apaan nih? udah ijin belum sama yg punya kos an?" (masih dengan nada ketus)

SIPA : "udah neng sama mbak2 di bawah, neng eci di sebelah juga udah dan bla bla"

gw : "eci mana deh?"

SIPA :  "neng eci sebelah, neng. Namanya siapa neng? biar Saya data, ini tolong ditempel di pintu neng supaya ga di data sama org lain lagi. (sambil ngasi selebaran yg tadi ga gw ambil). Ini setiap org dapat 8 bungkus neng satu bungkusnya 2500 jadi totalnya 20rb"

gw : "Kristy....." ....sambil mikir....Beneran ga sih ini, gw liat mereka nyebar ke penjuru kos an gw, diatas dan dibawah, gw liat ke bawah, emang bener ada si mbak lg sibuk sama kain, dengan masih ragu dan sedikit bingung gw kasih deh uang 20rb ke SIPA.

sedetik setelah megang uang gw dia langsung cabut sambil tergesa-gesa, gw jadi curiga! Gw panggil wina, si wina ga didatengi ma dia, trus gw mikir lagi kan, perasaan jaman sekarang bubuk abate dikasih gratis oleh pemerintah sebagai bentuk pemberantasan DBD.

Di bawah si bibik lagi ngomel-ngomel sambil nunjuk2in pasukan ibu2 abate penipu itu, wah tanpa pikir panjang, gw sadar GUE DITIPU!!

gw panggil tuh ibu-ibu dari lantai 2, dia pura-pura ga dengar, gw panggil dgn suara yg tinggi dan berat, akhirnya dia noleh,
gw : "kesini dulu!" sambil mengayunkan tangan gw

EH DIA MALAH KABUR!

secepat mungkin gw ambil 7 bungkus bubuk abate (yg satu udah gw buka pengen liat keasliannya), gw ke bawah. Nyampe bawah pasukan penipu itu udah hilang, gw kejar dong keluar, keliatan di depan, mereka lagi lari-lari, gw panggilin sambil bilang : "Kalau ga ada apa-apa ga usah kabur buk!"

dia masuk gang buntu, dalam hati gw : "Mampus lo, kena ma gw!"

Tapi namanya tukang tipu masih aja tak gentar untuk kabur, mereka masuk ke dalam terus, gw ancam deh : "Saya bisa laporkan masalah ini ya, ga usah kabur deh buk!" (masih jalan cepat di belakang mereka)

Akhirnya mereka berenti, ada salah satu dari mereka bilang : "ngomong aja ke ibu yang sama neng tadi neng"

gw datangin, gw bilang : "Ini saya ga butuh! Dimana-mana abate free gitu dari kelurahan, lagian tadi Saya tanya udah ijin atau belum ibu bilang udah, nipu aja! Saya ga suka ya kaya gini, Saya bisa laporkan ibu ke polisi! pakai kabur lagi, kalau ga ada apa2 ga usah kabur dan bla bla bla" (semuanya mengalir begitu saja waktu itu)

trus dia sok-sok lupa gt ke gw,
SIPA : "loh neng siapa? tadi bukan sama saya"
gw : "ga usah buat Saya makin emosi deh buk! Bukan masalah 20rb nya, masalah caranya, emangnya ibu kira saya orang bodoh, neh saya ga butuh!" (sambil nyodorin 7 bungkus bubuk abate dia)

SIPA : "eh iya neng, ini uangnya"

gw : ngomel lagi, dan ungkit-ungkit yg dia bohong udah ijin, kabur dan segalanya.

Ternyata orang-orang pada dengar, soalnya kayanya gw ngomel sangat beremosi, orang-orang udah pada rame di luar ngeliatin mereka sambil bilang : "yang mana neng orangnya?"

gw : (masih suasana emosi tinggi) "Noh mereka semua, ngaku2 jualan abate, abate apaan coba yg dijual, pemerintah ngasih gratis gitu, ngaku2 udah ijin lagi!"

dan gw tinggalin dah tuh, gw cabut ke kos an gw lagi.

Mampus deh, biar tau rasa. Bukan 20rb nya yang gw permasalahkan, cara nipunya ya itu lho, gimana sih cari uang kaya gitu, ga berkah sumpah!


Anyway, tadi ada anak kos an yang ikutan gw ngejar tuh penipu, trus dia blg : "Untung kakak berani kak, tadi aku ga berani ngomong, padahal aku tau di tipu".
Pelajaran hari ini : Jangan pernah takut kalau lo tau lo benar! Aseeeek, hahaha :D