Hari ini harusnya saya senang plus lega plus bisa santai santai dan plus plus semua yang seharusnya dirasakan seorang mahasiswa setelah melalui masa UTS (Ujian Tengah Semester). Namun pada nyatanya? TIDAK.
Yak. UTS yang berlangsung selama seminggu lebih tersebut berakhir tepat hari ini. Tadinya saya berpikir untuk nonton atau sekedar jalan bersama teman untuk meregangkan urat-urat syaraf. Haha. Bukannya berlebihan, tapi jujur kepala saya telah penuh selama seminggu kemarin diisi dengan materi-materi seabrek dan banyak hapalan. Karena saya bukan orang yang senang menghapal jadi hal tersebut sangat menyusahkan bagi saya.
Tapi teman-teman, hidup terkadang tidak seperti yang kita inginkan. Belum lagi keringat saya kering karena kepanasan di kelas sewaktu ujian Agama, becky (teman Saya) sudah mengingatkan akan rapat mengenai Home Tournament di himpunan langsung sesudah ujian Agama. What the?? Sesampainya di himpunan, saya bertemu dengan sigit (teman saya juga) saya teringat akan tugas membuat cash flow dan perubahan anggaran biaya yang diberikan Sigit kepada saya sebagai bendahara Syukuran Wisuda ITB April. Belum lagi semua beban itu tertampung di otak saya, tiba-tiba ada sms yang mengingatkan adanya Pembukaan Pra PSB di kampus. Belum lagi mengingat banyaknya sms dari Silvy mengenai Pemira KM ITB. Dan masih berada di himpunan dengan keadaan rapat Home Tournament yang belum dimulai, orang-orang tampak sedang membahas mengenai laporan mikling, laporan mekflu, presentasi mikling. Now I will say, WHAT THE HELL !
Apa coba yang namanya lega setelah UTS. Beban segudang masih menanti di depan hidung!
Kapan istirahat nya ini otak? Otak juga punya kapasitas gitu. Kalian semua mesti tau, saya masih belum menyentuh segala macam laporan yang notabene wajib tulis tangan, dan satu presentasi tersebut. Karena ingin belajar untuk UTS hari ini. Huh.
Tugas. Pengertian tugas bagi saya yaitu : sesuatu yang jika selesai satu, maka akan datang lagi seribu! Ga ada habis-habisnya! Tiada hari tanpa menulis laporan dan jurnal. Tapi senior-senior bilang, memang semester 4 merupakan semester terberat yang pernah ada. Jadi bukan hanya saya yang merasakan hal-hal ini. Oleh sebab itu setiap saya mengeluh, saya selalu berusaha mengingat, bahwa semua yang saya lakukan, semua jerih payah saya sekarang tidak akan berakhir sia-sia. Amin ya Allah. Semoga saja. :D
Jadi, semangat ya buat teman-teman sesama Teknik Lingkungan ITB angkatan 2008. Kalian semua pasti juga mengalami apa yang sedang saya alami. Rasa jenuh yang tiada habisnya terhadap semua ini.
No comments:
Post a Comment