Monday, February 20, 2012

nama

Aloha, selamat malam kota bandung yang dari tadi siang awet hujannya.
Sejam terakhir yang lalu sepulang dari kampus (agak kompleks kalimatnya), saya tidur-tiduran sambil melanjutkan baca novel "Negeri 5 Menara" yang memang sudah lama terbengkalai.
Novel yang dikarang oleh penulis Minang itu agak sedikit menggugah saya. Ada satu bagian yang membahas mengenai penamaan di Minang. Disana penulisnya beranggapan, tidak sedikit nama orang minang yang agak 'kebarat-baratan'. Saya langsung teringat dengan pernyataan salah seorang teman yang bilang "kenapa ya orang padang suka ngasi nama anaknya keren-keren, sok kebule-bulean" haha. Awalnya saya pikir, emang iya ya? Agak ga sadar diri dengan nama diri sendiri yang juga 'sok kebule-bulean', haha. Nah pertanyaan itu agak terjawab di novel ini, penulisnya bilang "orang minang selalu sangat percaya diri dan punya semangat global memberi nama anaknya, konon orang minang masih anak cucu dari Alexander Agung, jadi nama keeropa-eropaan mungkin sudah bawaan dari jaman nenek moyang tersebut" tapi ini hanya opini sipenulis ya, belum ada bukti autentik yang menyatakan kebenarannya. Namun yang jelas itu cukup mengocok perut saya, haha. Karena tiba-tiba saya teringat dengan nama saya: kristy rosyemary, cece saya: isabella rosyellini, dan adik perempuan saya: feby violita sari. Padahal kami tidak ada sama sekali keturunan darah eropa, ada juga cina, haha. Tapi kenapa nama kami seolah-olah ada keturunan bulenya? Haha
Saya pernah komplain ke mama mengenai nama saya, karena konon katanya arti kata kristy adalah follower of Christ, sedangkan saya islam tulen dari lahir. Bahkan waktu SD penulisan nama saya: christy, kurang christ apa lagi gitu kan. Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawaban yang memuaskan sih dari mama. Sedangkan nama belakang rosyemary, yang artinya adalah dew of the sea, dibeberapa cerita ada yang mengaitkan dengan Virgin Mary. Rosemary sejenis bunga sebangsa rose yang berwarna biru keunguan. Konon dulu warnanya putih. Tapi pengertian dan makna rosemary sangat beragam, di Greece dan Rome, rosemary adalah lambang kenangan, cinta, dan kematian, rosemary is a symbol of fidelity, fufu :")
Tapi yasudalah, semuanya kembali ke diri sendiri bagaimana menyikapi namanya.
Yang jelas saya cukup takjub dengan kreatifitas orang minang dalam memberi nama anaknya. Dan memang ternyata tidak sedikit dari orang minang/padang yang namanya memang kebule-bulean, haha :D

Sunday, February 19, 2012

Perbedaan

Berbeda yang ingin saya bahas disini, agak sensitif, yaitu berbeda agama. Yak setidaknya di Indonesia ada enam agama yang diakui pemerintah, yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Saya tidak paham dengan saudara-saudara sebangsa yang bisa saling berantem dengan alasan "berbeda agama". That is so lame. Menurut saya hak setiap orang untuk memilih apa yang menurut hati kecilnya benar. Toh nanti di akhirat juga ga jalan bareng-bareng ke surga atau nerakanya.
Belakangan hidup saya berada di banyak perbedaan agama. Semakin mengenal banyak, pikiran saya entah mengapa semakin terbuka. Tidak, tidak mengurangi keimanan saya, justru saya semakin yakin dengan apa yang saya yakini, kalau dulu saya masih bergejolak, sekarang jauh lebih stabil. Bukan berarti saya mengatakan selain agama Islam salah, tapi saya justru lebih merasa, benar, semua orang berhak untuk memilih kepercayaannya masing-masing.
Oke saya takut membahas lebih jauh tentang itu, karena takut akan berbau SARA.
Yang kemudian menjadi perhatian saya yaitu, pacaran/menikah berbeda agama atau menikah dengan salah satunya pindah agama. Untuk pacaran, saya masih memegang prinsip saya-butuh-imam-yang-seiman, ya setidaknya bisa meluruskan jalan jika pikiran saya mulai banyak lika-liku (lagi), pernyataan tersebut tentu saja akan langsung menghapus opsi menikah berbeda agama. Nah yang terakhir nih yang menarik, menikah dengan salah satunya pindah agama. Based on my experience, -dengan keluarga mama yang Islam Minang campur Batak Mandailing (yang tentunya Islam taat juga) dan keluarga papa yang Budha Chinese-, meskipun sampai saat ini semuanya masih berjalan sangat harmonis (dan mudah-mudahan akan tetap harmonis), tapi saya (kalau bisa) tidak ingin mengambil opsi tersebut. Menarik sih punya keluarga yang berbeda agama dan budaya, tapi terkadang perbedaan-perbedaan itu membuat orang-orang seperti saya "bergejolak", dan saya memilih untuk menghindarinya. Hehe. Jadi intinya, carilah yang seiman, haha. Untuk dijadikan pasangan ya, bukan untuk dijadikan teman atau musuh.
Akhir kata, maaf jika ada yang tersinggung dan tidak setuju, kan opini masing-masing, hehe. Cheers!

Sunday, February 12, 2012

winter trip

Disney Land, Paris
Amsterdam

Tour Eiffel, Paris

Musée du Louvre, Paris

Fontana de Trevi, Rome

St Peter's Basilica, Vatican

Prague

Wednesday, February 08, 2012

masuk kompas!


Delegasi Indonesia di IYLC 2012 masuk kompas! Big thanks to Ineu!

this is what i called family

21st present from BP Faris :')

thank you so much Bhupalaka :')
Jika ditanya apa hal yang paling kamu syukuri selama di TL ITB, saya akan menjawab: berada di Bhupalaka, bergabung di BP Faris (Kepengurusan 2011/2012), dan bertemu bella christine yoel neng putu

Sunday, February 05, 2012

diam yang tidak menyenangkan

Lagi-lagi saya berada di situasi-diam-yang-tidak-menyenangkan. Ini sudah kali kedua setelah dua tahun yang lalu. Kenapa saya bilang tidak menyenangkan? Karena tidak semua masalah bisa selesai dengan diam.
Saya tau kita berbeda kebiasaan, kita berbeda karakter, kita berbeda sifat, kita berbeda di banyak hal. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyatukan perbedaan. Jika memang ada yang tidak sesuai, kenapa tidak diutarakan. Dengan diam toh tidak ada yang selesai, malah semakin memburuk, I am pretty sure we've been throught it. Tapi lagi-lagi kejadiannya seperti ini. Saya hanya terlalu letih untuk mengerti, dan saya juga yakin anda pun.
Seperti tidak membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup, seperti tidak ada gunanya bersosialisasi dengan orang lain, seperti bisa mandiri dengan menyelesaikannya semua sendiri dan dia saja, oke saat ini saya memutuskan untuk mengikutinya.
Grazie Bhupalaka ;)

Friday, February 03, 2012

Act, and you'll regret it.
Don't act, and you'll regret it. 
But, it's better to regret it after having acted.