Thursday, March 29, 2012

nice words from "tuesday with Morrie"

Why do people always say, "Oh if I were young again". You never hear people say, "I wish I were sixty-five".


You know what the reflects? Unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven't found meaning. Because if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more. You can't wait until sixty-five.

Sunday, March 25, 2012

Liburan singkat ke Sawarna

Ada yang pernah dengar atau bahkan udah pernah ke Pantai Sawarna?
Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayak, Kabupaten Lebak, Banten. Sebenarnya tidak ada rencana pada awalnya, saya hanya tau neng akan ke sawarna pada jam 3 sore, dan jam 6 sore kami berangkat dari kosan saya, dan hanya ber-empat orang saja, saya, neng, erland, dan daril, dan belum ada yang pernah kesana, dan tidak ada yang tau jalan. Sungguh dadakan dan tidak banyak persiapan.
Setelah jemput sana-sini, ambil sleeping bag, dan membeli cemilan kami pun berangkat dari Bandung sekitar pukul 7 malam. Dari Bandung sampai Sukabumi saya yang menyetir, lalu kami makan malam di Sukabumi dan kemudian Daril yang menyetir sampai Desa Sawarna. Jalanannya termasuk aman dan bagus. Jika dibandingkan dengan jalanan di Sumatera.
Pukul 2.30 pagi pun kami tiba di Desa Sawarna. Karena tidak terencana, kami pun belum memesan penginapan. Awalnya berencana tidur di mobil, baru nanti pagi-pagi mencari penginapan. Namun secara tidak sengaja bertemu dengan teman satu kampus yang juga baru tiba, dan mereka akan langsung berjalan ke tepi pantai untuk membuat tenda dan tidur disana (waw sekali bukan). Karena terdengar menarik, kami pun ikut rombongan mereka yang sudah membawa peralatan camp lengkap. Untuk sampai ke tepi pantai kita harus berjalan kaki lagi sekitar 10 menitan, dan harus melewati jembatan gantung yang mana pada pukul 2.30 pagi dan sangat gelap. Karena cuma itu jalan masuknya mau tak mau ya dilewati saja dengan ribut sana sini diperjalanan (hahaha).
Ya singkat cerita pagi itu pun kami tidur di tepi pantai, literally tepi pantai, dengan menggunakan sleeping bag. Waw, tidak pernah saya bayangkan akan tidur di tepi pantai dengan sleeping bag, dengan penerangan hanya dari lilin. Langitnya cantiiiikkk banget plus suara ombak dan bau pantai. Tidak bisa saya ungkapan luar biasanya malam itu dan suasana bangun subuh di tepi pantai.
Paginya bangun, kami langsung bergerak mencari penginapan lagi, karena banyak yang full akhirnya kami mutusin nginap di mobil atau pantai lagi aja malamnya (namun pada akhirnya kami cau dari Desa Sawarna tidur di Pelabuhan Ratu). Setelah numpang mandi di musholla setempat, kami pun mulai menyisiri tepi pantai.
Yang menarik dari Pantai Sawarna adalah, bagian daratan pantai yang luas banget, terus banyak batu-batu karang baik besar dan kecil di tepi pantai. Karena pagi dan siang hari air laut surut, kita bisa tuh jalan ke tengah lautnya untuk sampai di wilayah batu karang yang sangat besarnya. Dan kita juga bisa menyisiri tepi pantai yang penuh baru karang yang sepertinya sudah dikikis puluhan tahun oleh ombak sehingga bentukannya unik-unik.
Daerah yang memiliki spot yang indah yaitu: tanjung layar dan lagun pari. Untuk sampai di lagun pari kami harus jalan kaki menyusuri tepi pantai sepanjang kurang lebih 2 km. Ga heran sih badan saya sekarang kebakar dan perih-perih. Yang luar biasanya lagi, untuk kembali ke daerah parkiran mobil dari lagun pari, akses jalannya cuma bisa dilalui motor (selain kembali menyusuri tepi pantai, tapi karena sore hari air sudah mulai pasang hal tersebut menjadi agak susah), jalannya naik turun dan tidak mulus, alias berbatu-batu besar,    dan super menanjak dan menurun sana sini, sepanjang jalan saya hanya bisa mengucap saking takut jatuhnya.
Lalu kami pun mandi dengan menumpang di salah satu rumah warga. Daril yang akan menyetir merasa sanggup untuk langsung melanjutkan perjalanan, kami pun langsung berangkat sekitar pukul 8-an dari Desa Sawarna, nyampe di Pelabuhan Ratu sekitar pukul 9.30 malam. Makan malam bentar, duduk-duduk, lalu tidur di mobil 2.5 jam. Pukul 2.30 pagi pun kami kembali jalan ke Bandung. Dan tiba di Bandung sekitar pukul 4.30 pagi.
Perjalanan yang sangat singkat tapi sangat mengesankan. Pergi dengan keputusan J-2, dengan belum ada yang pernah kesana sama sekali dan tidak ada yang tau jalan kesana sama sekali. Tidur di tepi pantai, numpang mandi di mushola dan di rumah warga, waw, memikirkannya saja saya tidak pernah. Mengingat tipe personal saya yang tidak mau susah kalau lagi liburan. Tapi ternyata liburan hemat itu senangnya berbeda. :D
Tepi Pantai Sawarna

Pemandangan dari jembatan gantung

Tanjung Layar, batu karang yang bisa didatangin karena lagi surut

Tanjung layar
Jembatan gantung, akses menuju tepi pantai


Tepi Pantai Sawarna

Perjalanan menuju Lagun Pari

Tuesday, March 13, 2012

waktu berjalan sangat cepat

Tak disangka tak diduga sekarang sudah semester 8, iya semester akhir! Tapi sayang, bukan semester akhir untuk saya. Kenyataan bahwa saya harus mengulang satu pelajaran yang gagal di semester 7 memang kenyataan terpahit yang pernah saya rasakan sepanjang hidup. Bukan, bukan bermaksud lebay, tapi memang segitu merusak semuanya. Huft, tapi apa hendak dikata, saya selalu percaya Allah punya jalan terbaik untuk saya.
Mungkin saya yang memang selama ini terlalu sombong.
Selain itu semua, akhir-akhir ini temen-temen angkatan sibuk membicarakan jalan-jalan (terakhir) bareng. Begitu juga dengan nusantara (yah whatever you call lah haha). Bella bilang "kita harus jalan-jalan bareng bertujuh sebelum ada salah satu yang wisuda juli". (Oya FYI wisuda di itb ada 3 periode: juli, oktober, april).
Sedih deh ngebayangin saya sudah pasti ga bisa wisuda juli dan oktober hanya karena satu mata kuliah. Sedih deh ngebayangin kalau ada salah satu dari kami yang wisuda duluan terus kita ga bareng-bareng lagi. Sedih deh ngebayangin ga bakal ada temen-temen deket kaya mereka lagi nanti setelah oktober. Mau nangiiisss.
Kemarin christine bilang: "biasanya kalau udah lulus terus dapet kerja entah dimana, pulangnya nanti ke bandung, bukan ke kampung masing2" Huft yaa Bandung terasa akan sangat ngangenin nanti ketika kita udah ga disini lagi. Waktu berjalan sangat cepat bukan? Saya ngerasa baru kemarin jadi anak TPB, kemana-mana masih berdua wina, terus diajak kenalan sama neng yoel putu bella, terus entah kenapa kenalan sama christine, dan entah kenapa kemana-mana jadi bareng, dan sekarang kami udah mikirin "kita harus jalan-jalan bareng sebelum ada yang wisuda duluan".
Time is running so fast~