Showing posts with label pantai. Show all posts
Showing posts with label pantai. Show all posts

Sunday, September 02, 2012

Lost in Pagang Island

Gini deh kalau anak pantai, ga bisa dengar ajakan ke pantai dikit aja langsung cau. Alhasil kulit putih yang selama ini jadi identitas saya pun semakin gelap, hiks. Kalau dulu saya bisa nyombong "ah gue ga bakal hitam", tapi sekarang saya sudah mulai mencari treatment dan produk whitening, ga boong! Hahaha.
Oke kembali ke judul post ini. Pulau Pagang letaknya ga jauh dari Pulau Sikuai, jajaran pulau di Sumatera Barat yang merupakan tujuan turis lokal dan international. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit menyebrang dengan speed boat dari pelabuhan di Muaro, Padang. Bedanya pagang dan sikuai adalah, pagang masih belum dikelola oleh investor-investor berduit, jadi masih sepi gitu. Kalau sikuai kan udah banyak cottage bagus. Tapi kesamaannya, pantainya sama-sama putih, bening, bersih! Tambahannya, lebih sepi, jadi kaya private beach gitu deeh.
Perjalanan ke Pulau Pagang kemaren awalnya berjudul: "halal bi halal alumni smansa '08", namun pada kenyataannya: yang ikutan ya saya dan beberapa temen main aja, haha. 

kiri-kanan: intan, didiek, rivo, yogi, anggun, wina, hendra, acong, gilang, titi, aro (+ tika yang motoin, iaz msh dalam kamar)

Untuk mencapai Pulau Pagang ini kita bisa mengambil paket tur yang disediakan oleh manajemen Pantai Carlos, di Bungus. Dengan membayar Rp 250.000/orang udah termasuk boat pp, makan siang, dan alat snorkling. Tapi karena satu dan lain hal, kemarin kami pergi dengan boat sendiri (thanks to iaz), bebas mau berangkat dan pulang jam berapa, naiknya dari Muaro, bukan dari Bungus, dan boatnya lebih bagus, yeay!
Sempet akan gagal, karena cuaca di Padang yang tidak terlalu bagus, tapi karena udah kepalang tanggung kami tetap memaksakan pergi, meskipun ditengah laut gonjakannya luhar bihasa subhanalloh! Untung pake boat sendiri, kalau pake boat dari Carlos yang lebih kecil dan kayu kayanya saya mendingan ga jadi pergi deh, haha.

berangkat dari muaro, padang (yang lainnya di boat satu lagi)

Tapi ga sia-sia sih, nyampe disana mata langsung cling. Sepi, pasir putih, air bening, banyak ikan lucu-lucu lagi, kurang apa lagi coba. Ga nyesel deh sekarang kebakar (dan udah yang kesekian kalinya), yang penting seneng.

cling kan *.*

airnya jernih



abis snorkling mancing dulu kaka~

kiri-kanan: intan, didiek, aro, hendra, yogi, wina, tika, gilang, rivo, titi, acong, iaz, anggun (komplit!)
Jadi, bagi kalian yang hobi ke pantai, saya rekomendasikan untuk segera ke Pulau Pagang, sebelum keindahannya hilang, haha

Wednesday, August 29, 2012

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti adalah salah satu dari banyak jajaran pantai gunung kidul Jogjakarta yang dijadikan objek wisata oleh penduduk sekitar. Pantainya lumayan jauh dari pusat kota, lebih tepatnya masih sebelah timur lagi dari Pantai Sundak, tapi terbayar oleh keindahan yang diberikan. Pantai Indrayanti ini memberikan suasana yang berbeda dari pantai gunung kidul lainnya. Kata temen saya yang berdomisili di Jogja sih pantai tersebut masih belum terlalu lama dibuka, dan belum dikelola oleh pemerintah setempat, jadi masih diurus oleh penduduk/investor swasta. Karena masih baru, pantainya masih sangat bersih, pasirnya putih, dan airnya bening. Ga rugi deh nyetir jauh-jauh dari Jogjakarta. Tidak seperti pantai-pantai lainnya yang pernah saya datangi, Indrayanti ini sepertinya belum memiliki penginapan. Namun kabarnya, terdapat pondok makan yang bisa digunakan sebagai tempat dinner romantis di pantai ini. Karena perjalanan akan dilanjutkan ke Borobudur, saya pun tidak terlalu menjajaki lebih jauh jajaran pantai ini. 
Berikut foto yang sempat diambil di Pantai Indrayanti.




Friday, April 27, 2012

Liburan singkat (lagi) ke Pameungpeuk

Kayanya saya bentar lagi bisa jadi anak pantai nih, bulan lalu ke Pantai Sawarna, nah bulan sekarang ke Pantai Santolo di Pameungpeuk, Garut. Lagi-lagi tanpa rencana dan dadakan.
Berawal mula dari perbincangan anak-anak yang lagi stress TA maka berangkatlah saya, bella, christine, wawang, dan regi ke Pameungpeuk, dihari Selasa nan indah permai dimana esok harinya ada presentasi di kuliah wajib.
Perjalanan ke Pameungpeuk dari Bandung hanya memakan waktu 5 jam, dimana Bandung-Garut 2 jam, dan Garut-Pantai Santolo (Pameungpeuk) 3 jam. Di Garut kita beristirahat dan makan di rumah regi yang kebetulan memang berdomisili di kota tersebut. Jalanannya lebih mulus daripada perjalanan Bandung-Sawarna, namun lebih berkelok-kelok, saya yakin bagi kalian yang mabuk darat, kalian pasti sudah pusing dan muntah.
Sampai di Pameungpeuk hari sudah gelap, kami langsung mencari penginapan, poin plus-nya lagi dari Pameungpeuk adalah sudah banyak tersedia penginapan-penginapan (yang bukan rumah warga). Dengan hanya membayar 200rb per malam kami sudah mendapatkan kamar dengan fasilitas AC dan TV, dan sangat dekat dengan tepi pantai. Keesokan harinya kita langsung saja menikmati keindahan pantai santolo di pameungpeuk tersebut. 
Saya tidak tahu apakah karena kami datang di hari biasa atau memang biasanya pantainya begitu sepi, jujur saja saya sangat puas dengan perjalanan yang sangat singkat kemarin. Serasa sedang berlibur di pantai pribadi, kemana kami melangkah hanya kami berlima (plus beberapa nelayan pastinya) yang berada di pantai tersebut. Karena saya baru saja dari Sawarna, tentu saja mau tak mau saya akan membandingkannya dengan Santolo di Pameungpeuk ini. Yang menjadi kelebihan dari Pantai Santolo adalah airnya yang lebih jernih dan tepian pantai yang bersih serta penginapan yang lebih murah jika dilihat dari fasilitas yang didapat. Sedangkan kelebihan Pantai Sawarna adalah pasirnya yang lebih cerah dan gugusan batu karangnya yang lebih indah.
Yaah setidaknya lumayan meringankan kepala yang memang sudah penuh dengan perintilan-perintilan tugas akhir. Meskipun sempat mengalami sedikit kejadian menegangkan. Dimana karena keasyikan main ombak, barang-barang yang kami tinggalkan begitu saja di tepi pantai terbawa ombak dan berhamburan kemana-mana. Salah satu barang yang hanyut tersebut adalah KUNCI MOBIL. Udah ga ngerti lagi gimana kejadiannya kalau si kunci mobil itu ga ketemu. Ketemunya pun disela-sela batu karang, untung Tuhan masih sayang dengan kami, haha.







Sunday, March 25, 2012

Liburan singkat ke Sawarna

Ada yang pernah dengar atau bahkan udah pernah ke Pantai Sawarna?
Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayak, Kabupaten Lebak, Banten. Sebenarnya tidak ada rencana pada awalnya, saya hanya tau neng akan ke sawarna pada jam 3 sore, dan jam 6 sore kami berangkat dari kosan saya, dan hanya ber-empat orang saja, saya, neng, erland, dan daril, dan belum ada yang pernah kesana, dan tidak ada yang tau jalan. Sungguh dadakan dan tidak banyak persiapan.
Setelah jemput sana-sini, ambil sleeping bag, dan membeli cemilan kami pun berangkat dari Bandung sekitar pukul 7 malam. Dari Bandung sampai Sukabumi saya yang menyetir, lalu kami makan malam di Sukabumi dan kemudian Daril yang menyetir sampai Desa Sawarna. Jalanannya termasuk aman dan bagus. Jika dibandingkan dengan jalanan di Sumatera.
Pukul 2.30 pagi pun kami tiba di Desa Sawarna. Karena tidak terencana, kami pun belum memesan penginapan. Awalnya berencana tidur di mobil, baru nanti pagi-pagi mencari penginapan. Namun secara tidak sengaja bertemu dengan teman satu kampus yang juga baru tiba, dan mereka akan langsung berjalan ke tepi pantai untuk membuat tenda dan tidur disana (waw sekali bukan). Karena terdengar menarik, kami pun ikut rombongan mereka yang sudah membawa peralatan camp lengkap. Untuk sampai ke tepi pantai kita harus berjalan kaki lagi sekitar 10 menitan, dan harus melewati jembatan gantung yang mana pada pukul 2.30 pagi dan sangat gelap. Karena cuma itu jalan masuknya mau tak mau ya dilewati saja dengan ribut sana sini diperjalanan (hahaha).
Ya singkat cerita pagi itu pun kami tidur di tepi pantai, literally tepi pantai, dengan menggunakan sleeping bag. Waw, tidak pernah saya bayangkan akan tidur di tepi pantai dengan sleeping bag, dengan penerangan hanya dari lilin. Langitnya cantiiiikkk banget plus suara ombak dan bau pantai. Tidak bisa saya ungkapan luar biasanya malam itu dan suasana bangun subuh di tepi pantai.
Paginya bangun, kami langsung bergerak mencari penginapan lagi, karena banyak yang full akhirnya kami mutusin nginap di mobil atau pantai lagi aja malamnya (namun pada akhirnya kami cau dari Desa Sawarna tidur di Pelabuhan Ratu). Setelah numpang mandi di musholla setempat, kami pun mulai menyisiri tepi pantai.
Yang menarik dari Pantai Sawarna adalah, bagian daratan pantai yang luas banget, terus banyak batu-batu karang baik besar dan kecil di tepi pantai. Karena pagi dan siang hari air laut surut, kita bisa tuh jalan ke tengah lautnya untuk sampai di wilayah batu karang yang sangat besarnya. Dan kita juga bisa menyisiri tepi pantai yang penuh baru karang yang sepertinya sudah dikikis puluhan tahun oleh ombak sehingga bentukannya unik-unik.
Daerah yang memiliki spot yang indah yaitu: tanjung layar dan lagun pari. Untuk sampai di lagun pari kami harus jalan kaki menyusuri tepi pantai sepanjang kurang lebih 2 km. Ga heran sih badan saya sekarang kebakar dan perih-perih. Yang luar biasanya lagi, untuk kembali ke daerah parkiran mobil dari lagun pari, akses jalannya cuma bisa dilalui motor (selain kembali menyusuri tepi pantai, tapi karena sore hari air sudah mulai pasang hal tersebut menjadi agak susah), jalannya naik turun dan tidak mulus, alias berbatu-batu besar,    dan super menanjak dan menurun sana sini, sepanjang jalan saya hanya bisa mengucap saking takut jatuhnya.
Lalu kami pun mandi dengan menumpang di salah satu rumah warga. Daril yang akan menyetir merasa sanggup untuk langsung melanjutkan perjalanan, kami pun langsung berangkat sekitar pukul 8-an dari Desa Sawarna, nyampe di Pelabuhan Ratu sekitar pukul 9.30 malam. Makan malam bentar, duduk-duduk, lalu tidur di mobil 2.5 jam. Pukul 2.30 pagi pun kami kembali jalan ke Bandung. Dan tiba di Bandung sekitar pukul 4.30 pagi.
Perjalanan yang sangat singkat tapi sangat mengesankan. Pergi dengan keputusan J-2, dengan belum ada yang pernah kesana sama sekali dan tidak ada yang tau jalan kesana sama sekali. Tidur di tepi pantai, numpang mandi di mushola dan di rumah warga, waw, memikirkannya saja saya tidak pernah. Mengingat tipe personal saya yang tidak mau susah kalau lagi liburan. Tapi ternyata liburan hemat itu senangnya berbeda. :D
Tepi Pantai Sawarna

Pemandangan dari jembatan gantung

Tanjung Layar, batu karang yang bisa didatangin karena lagi surut

Tanjung layar
Jembatan gantung, akses menuju tepi pantai


Tepi Pantai Sawarna

Perjalanan menuju Lagun Pari

Tuesday, February 16, 2010

Pantai Carocok, Painan :)

Saya menulis dengan jurnal pratikum mikrobiologi lingkungan masih terkembang pertanda ingin diselesaikan. haha. But please, I am really tired of this journal !
Di sela- sela otak saya yang penuh dengan mikroba, bakteri, kultur jaringan dan sebagainya, entah mengapa saya teringat dengan Pantai Carocok, Painan. Mungkin ga banyak orang yang tau dan sadar akan indahnya pantai ini. Saya jalan-jalan kesana atas saran teman, dan saya kesana bersama teman-teman. :D
Pantai nya masih bersih, pasirnya putih, dan sepertinya belum terlalu terjamah. Hehe. Daripada banyak omong, mending lihat foto-fotonya aja. :)

aufa dan rivo yang sedang asyik bermain pasir, haha


tika yang juga asyik bermain pasir
sunset di pantai carocok
sama gilang
sama tika
pasukan

Menarik? Yak, pantai carocok bisa dijadikan alternatif liburan jika anda sudah bosan berlibur ke tempat yang itu-itu saja. hehe