Kayanya saya bentar lagi bisa jadi anak pantai nih, bulan lalu ke Pantai Sawarna, nah bulan sekarang ke Pantai Santolo di Pameungpeuk, Garut. Lagi-lagi tanpa rencana dan dadakan.
Berawal mula dari perbincangan anak-anak yang lagi stress TA maka berangkatlah saya, bella, christine, wawang, dan regi ke Pameungpeuk, dihari Selasa nan indah permai dimana esok harinya ada presentasi di kuliah wajib.
Perjalanan ke Pameungpeuk dari Bandung hanya memakan waktu 5 jam, dimana Bandung-Garut 2 jam, dan Garut-Pantai Santolo (Pameungpeuk) 3 jam. Di Garut kita beristirahat dan makan di rumah regi yang kebetulan memang berdomisili di kota tersebut. Jalanannya lebih mulus daripada perjalanan Bandung-Sawarna, namun lebih berkelok-kelok, saya yakin bagi kalian yang mabuk darat, kalian pasti sudah pusing dan muntah.
Sampai di Pameungpeuk hari sudah gelap, kami langsung mencari penginapan, poin plus-nya lagi dari Pameungpeuk adalah sudah banyak tersedia penginapan-penginapan (yang bukan rumah warga). Dengan hanya membayar 200rb per malam kami sudah mendapatkan kamar dengan fasilitas AC dan TV, dan sangat dekat dengan tepi pantai. Keesokan harinya kita langsung saja menikmati keindahan pantai santolo di pameungpeuk tersebut.
Saya tidak tahu apakah karena kami datang di hari biasa atau memang biasanya pantainya begitu sepi, jujur saja saya sangat puas dengan perjalanan yang sangat singkat kemarin. Serasa sedang berlibur di pantai pribadi, kemana kami melangkah hanya kami berlima (plus beberapa nelayan pastinya) yang berada di pantai tersebut. Karena saya baru saja dari Sawarna, tentu saja mau tak mau saya akan membandingkannya dengan Santolo di Pameungpeuk ini. Yang menjadi kelebihan dari Pantai Santolo adalah airnya yang lebih jernih dan tepian pantai yang bersih serta penginapan yang lebih murah jika dilihat dari fasilitas yang didapat. Sedangkan kelebihan Pantai Sawarna adalah pasirnya yang lebih cerah dan gugusan batu karangnya yang lebih indah.
Yaah setidaknya lumayan meringankan kepala yang memang sudah penuh dengan perintilan-perintilan tugas akhir. Meskipun sempat mengalami sedikit kejadian menegangkan. Dimana karena keasyikan main ombak, barang-barang yang kami tinggalkan begitu saja di tepi pantai terbawa ombak dan berhamburan kemana-mana. Salah satu barang yang hanyut tersebut adalah KUNCI MOBIL. Udah ga ngerti lagi gimana kejadiannya kalau si kunci mobil itu ga ketemu. Ketemunya pun disela-sela batu karang, untung Tuhan masih sayang dengan kami, haha.






No comments:
Post a Comment