Tuesday, May 05, 2015

replanning my life #1

Almost 5 months since he was went to heaven. And I still feel like it's just an ordinary nightmare, and when I wake up, it will back to normal again. I hope. But yes, kita semua udah ikhlas, papa udah tenang disana, he is the most kind-hearted man I ever knew, and he will always be. Saya ga pernah menyangka akan secepat ini, terlalu banyak hal yang belum saya lakukan, yang belum saya berikan, dan itulah yang menjadi penyesalan terbesar saya.
Sekarang, setelah kejadian tersebut, tiba-tiba seluruh plan hidup saya berubah, dulu saya ga pernah berpikir sedikitpun untuk kembali ke Padang. But you know, Allah always hears my pray. Seketika setelah papa pergi, yang saya pikirkan hanya kembali ke Padang, meskipun hati kecil menolak, tapi saya tidak akan mau menyesal sekali lagi. Saya pikir sampai manalah karir akan dikejar, sampai manalah ilmu akan dikejar, semua ambisi duniawi seketika luntur. Yang saya pikirkan hanya, bagaimana saya membahagiakan mama, yang dari dulu sebenarnya mama dan papa selalu meminta saya kembali ke Padang, dan saya selalu menolak.
Dan yaa, entah kenapa saya merasa Allah selalu mendengar doa saya, jadi ceritanya sebelum papa pergi saya sempat iseng ikut rekrutmen OJK yang memang akan ditempatkan di daerah. Tapi disaat besoknya akan med-check, papa pergi, dan dengan begitu saya dinyatakan tidak lulus med-check. Sebulan kemudian tiba-tiba pihak OJK menelpon dan bilang saya berada di cadangan pertama dan karena ada yang mengundurkan diri maka nama saya naik. Such a ftv story huh? But its really happened. And here I am now, as a new staff of Otoritas Jasa Keuangan, one of the biggest government institution. Kebanyakan instansi pemerintah harus orientasi ke daerah dan kemungkinan besar juga akan ditempatkan di daerah. Lagi-lagi, Allah is really The Most Merciful, saya pun dapat tempat orientasi di Kota Padang.
And now, I am literally working at Padang. Shock culture? Pasti. Pengen balik ke Jakarta? Pasti. Ambisi manusiawi saya muncul. Gue bisa apa di kota kecil? Gimana mau berkembang? Ketemu nya dia-dia lagi. Orang-orangnya close minded. Di rumah terlalu nyaman. Hidup ga ada tantangan, so flat. Mana ga ada aro lagi. Banyak banget pikiran-pikiran yang timbul. Tapi di setiap pikiran itu timbul, saya langsung tutupin dengan, yaa daripada dapat penempatan di kota yang lebih jauh, itung-itung nyenengin mama dulu, ga mungkin selamanya akan di padang, setidaknya sekarang dekat dengan keluarga, dan sebagainya. Terlalu banyak gejolak di hati dan pikiran sekarang. Karena saya harus merombak abis plan hidup. Rombak terus aja. Tapi entah kenapa saya selalu merasa, Allah already has a plan for me. Mungkin untuk sekarang saya kurang menerima, tapi saya yakin everything happens for a reason. Jadi ya disyukuri aja.
So, after 7 years, welcome home!

No comments:

Post a Comment