Tuesday, July 19, 2011

Balikpapan #3

Di sela-sela nyantai di rumah asiknya emang nulis blog. Yuk mari kita flash back udah kemana dan ngapain aja di Balikpapan kemarin.


Hm ada beberapa tempat wisata yang sempet saya datangi di sela-sela kesibukan membuat laporan, yaituuuu :


Penangkaran Beruang
beruang madu
Sebuah kawasan wisata penangkaran beruang madu, jadi beruang madu katanya binatang khas Kalimantan Timur. Tapi sayang banget tempatnya agak terbengkalai, dan cuma memelihara lima beruang madu.



Bukit Bengkirai
Letaknya jauuuuh banget dari kota, kalau ga salah di KM 40an, terus masih masuk lagi ke dalam gang sejauh 20 km! Nyampe di dalam kita lumayan puas sih dengan suguhan alamnya yang emang masih "liar" haha. Disana ada sebuah cottage yang kayanya asik buat liburan keluarga. 
Jadilah kami masuk ke dalam hutan tersebut hanya untuk menaiki jembatan gantung yang tingginya kayanya setara dengan lantai 6 atau 7 sebuah gedung. Dan dengan menawannya kami, terutama saya, bisa melewati 3 jembatan gantung yang notabene sangat tinggi dan goyang.



Lawe-Lawe, Penajam
Nah kalau ini sih ga bisa dibilang jalan-jalan, karena saya ke lawe-lawe nya untuk ikut pemantauan udara emisi dan udara ambient (apa itu? ya anggap saja mengerti dan mengetahui, haha). Perginya sih saya, neng, dan bapak-bapak dari pertamina menyebrang dengan kapal feri, tapi karena ngantri naik kapal feri nya lama banget akhirnya pulangnya saya, neng, dan beberapa bapak-bapak naik speed boat, sebagian lagi tetep nyebrang karena membawa mobil kantor. Saya masih kurang ngerti sih penajam itu pulau atau hanya sebuah cekungan pulau kalimantan ya. Soalnya katanya Penajam itu satu-satunya akses darat menuju Banjarmasin, sedangkan kami dari Balikpapan harus nyebrang dulu kalau mau ke Penajam, padahal Balikpapan dan Banjarmasin sama-sama berada di pulau Kalimantan, bingung ya? Haha abaikan, saya juga bingung soalnya.
Disana ga ada apa-apa sama sekali! Saya langsung dibawa ke Pertamina yang ternyata site-nya gabung bareng Chevron.
Saya berdiri di wilayah Pertamina, dan di belakang saya merupakan wilayah Chevron




Dermaga speed boat di Penajam


Nyampenya di dermaga speed boat Kampung Baru yang terapung!


Di sela-sela ngantri masuk feri

Konservasi Hutan Mangrove
Seperti namanya, isinya mangroveeee semua. Ga ada yang menarik di konservasi hutan mangrove ini sejujurnya haha, karena sejauh mata memandang isinya mangrove semua. Agak-agak serem juga kalau udah gelap kesana, karena penerangannya minim sekali. Terus nama pohonya lucu-lucu, kayanya udah pada di adopsi gitu. Dan ada pohon yang namanya Maia Estianty, hm okay.



tampang gembel pulang dari kilang


kaya hutan amazone gitu yah haha

Kemala Beach
Sebenarnya yang terkenal di Balikpapan itu namanya Pantai Manggar, tp katanya Manggar udah rada jorok dan jauh, sedangkan Pantai Kemala berada di kota! Karena itulah saya dan yang lainnya sering bgt main ke Pantai Kemala, haha.
Pernah suatu hari, kami yang tadinyaa cuma mau "main sepeda di pagi hari" malah jadi "keliling balikpapan pake sepeda". Dari komplek pertamina muter sana sini, sampai ke pantai kemala, naik banana boat, terus pulang lg ke komplek pertamina basah-basah, and you know jalanan menuju komperta itu kejam banget tanjakannya, saya istirahat sampai empat kali! Bukan, bukan karena saya cupu, tapi emang nanjak, landai, dan panjang lintasan tanjakannya!

gowes pagi :D


tepi jalan minyak


sarapan di depot mickey yang terkenal di Balikpapan


sampai main banana boat di pantai kemala

Tenggarong (Kutai Kertanegara)
Pulau Kumala
Pulau Kumala ini terbuat dari delta yang kemudian ditimbun sehingga terbentuk suatu pulau kecil. Diatasnya dibangun tempat rekreasi seperti dufan (dulunya), tapi sayang pemerintah setempat kurang merawat, jadi kaya tertinggal gitu, padahal lahannya luas dan udah ada beberapa wahana yang menarik
gerbang depan pulau kumala, harus nyebrang sekitar 10 menit dari tenggarong


ada mobil tur yang membawa pengunjung muterin pulau kumala


berasa gitu ya




Museum Mulawarman
Sayang banget karena lagi ada Festival Erau, museumnya ditutup, jadinya kami cuma lihat-lihat dihalaman luar dan belakang saja. Di halaman belakangnya ada komplek pemakaman Sultan-Sultan Kutai looooch, terus ada pasar seni gitu juga. Sayang saya ga sempet ketemu penduduk dayak asli, yang katanya kalau lagi festival erau suka ada gitu disekitaran musem dan bisa diajak foto hanya dengan membayar Rp. 10.000,-

komplek pemakaman Sultan-Sultan Kerajaan Kutai




Museum Mulawarman

Stadion (entah apa namanya)
Nah ini stadion katanya dibangun waktu diadakannya PON tempo hari (saya juga kurang tau sih kapan tepatnya). Terus kemarin juga dipakai untuk acara pembukaan Festival Erau. stadionnya keren banget :D

stadion tampak luar


jembatan kutai kertanegara


jembatan kuker di kala senja


pemandangan pusat kota tenggarong


stadion tampak dalam

Yah kurang lebih segitu dulu tempat referensi yang harus dikunjungi di Balikpapan versi saya. Sebenarnya masih ada beberapa tempat kuliner-kuliner lainnya, tapi kebanyakan jadi males ngepost semuanya hehe :D
Oiya satu yang saya kecewakan, saya ga ngelihat kemeriahan Festival Erau yang diadakan warga lokal sekali setahun ituuu :( Padahal publikasinya besar banget loh, di majalah Garuda Indonesia aja selalu di post dari beberapa bulan sebelum acara sampai ada artikel pada saat hari H nya acara (terus kenapa kalau Garuda Indonesia buat artikelnya ya? Haha)
Tapi sebel aja, padahal waktu hari H nya banget saya berada di Kalimantan Timur, huuuh. Next time kali yaa.

Oke guys, yuk mari ke Balikpapan!

Wednesday, July 13, 2011

KP SELESAI!

Yaaa dengan ini dinyatakan Kerja Praktek di PT. PERTAMINA (Persero) RU V Balikpapan SELESAI! Panjang ya nama perusahaannya, saking hebohnya buat laporan kerja praktek kemarin jari saya sudah sangat terlatih dalam mengetik nama lengkap perusahaan tersebut.
Oke, here I am, Bandung again. Saya baru aja nyampe bandung, dari balikpapan (ke jakarta dulu pastinya). Dan bsk pesawat pagi ke padaaang. Pasti bakal nanya, kenapa ga langsung ke padang aja sih? jawabannya adalah karena saya mau ganti isi koper, ga seru pulang ke padang bawa safety boots dan kemeja dan kaos-kaos. Haha

Karena sibuk ngerjain laporan dan segala macam saya jadi ga bisa deh nulis perkembangan kehidupan saya di balikpapan.

Satu yang pasti, udah nyampe di Bandung, jadi kangen suasana kantor (hm bukan, bukan kantor, tapi KILANG!). Saking baiknya bapak-bapak dan mba-mba di kilang, saya jadi betah banget di kantor lama-lama.

Apa yang terjadi satu setengah bulan di Balikpapan? Banyaaaak banget, yang pasti saya banyak dapat pelajaran hidup lagi. Next time bakal saya tulis, karena sekarang saya sedang berada di kamar kosan di bandung dengan koper menganga sana sini, dan saya harus packing part 2 untuk ke padang besok!
Ciaaooo

Monday, June 20, 2011

Pernah ga kalian berpikir dalam menjalankan suatu rutinitas, apakah hal tersebut adalah suatu kebutuhan atau hanya sebuah kebiasaan?
Yaaa, saya sedang berada di suatu dilema dalam membedakan, apakah saya butuh atau hanya karena saya udah terbiasa? Hmmmm

Wednesday, June 08, 2011

Recommended Book

Five People You Meet In Heaven By Mitch Albom
"All endings are also beginnings. We just don't know it at that time..."


Katanya sih fiction, tapi Mitch Albom menyusun kata-katanya sehingga membuat ceritanya menjadi terasa non-fiction. 


Eddie meninggal karena menyelamatkan seorang gadis cilik pada suatu kecelakaan yang terjadi di taman bermain. Tanpa mengetahui apakah gadis cilik tersebut akhirnya selamat atau tidak, Eddie telah berada di -sebut saja namanya- surga. Di sana, dia dipertemukan dengan 5 orang secara bergiliran yang tanpa dia sadari berkaitan dengan hidupnya. Dari 5 orang tersebut Eddie mendapatkan banyak pelajaran.
Menurut saya Mitch Albom cukup sukses membuat pembaca merasa berada di "dunia" Eddie dan mendapatkan apa yang Eddie dapatkan.


Salah satu kutipan yang -menurut saya- ada benarnya juga yaitu : "The way I see it, that's why we're getting here. That's what heaven is. You get to make sense of your yesterdays"


5 cm By Donny Dhirgantoro


Kalau buku hasil tulisan anak Indonesia ini sungguh sangat inspiratif menurut saya. Tapi lagi-lagi ini novel fiksi yang menurut saya terasa non-fiksi. Apa karena saya bukan pecinta novel fiksi sehingga tidak bisa menerima novel yang syarat akan inspirasi ini ternyata adalah fiksi :P


Novel ini menceritakan mengenai pertemanan 5 orang sahabat yang sudah terjalin bertahun-tahun. Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial dengan pertemanan-bertahun-tahun tersebut. Hanya saja, lagi-lagi saya merasa penulisnya (Donny Dirghantoro) menyajikan cerita dengan kata-kata yang menarik dan inspiratif yang diselipkan dengan lelucon-lelucon kecil namun biasa terjadi di kehidupan sehari-hari.


Ceritanya lebih menitik-beratkan ke bagaimana kita harus yakin dan ulet dalam mencapai apa yang kita inginkan.


Seperti biasa, saya suka sekali mengutip kalimat-kalimat yang menurut saya bagus :D
Dan begitu juga dari novel ini.
"...Biarkan keinginan kamu5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan.. sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari baisanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa..."

Saturday, June 04, 2011

Balikpapan #2

Setelah berkali-kali bolak-balik bagian PR (Public Relation) dan Security Office, akhirnyaaaa Kerja Praktek pun dimulai terhitung tanggal 1 Juni 2011 kemarin. Sayang, disaat lagi semangat-semangatnya, lagi dan lagi dan lagi ada CUTI BERSAMA! Karena ada harpitnas (lagi)! Hm hm hm
Jadilah kegiatan kantor diliburkan selama 4 hari.


Oke forget about harpitnas (again). Di hari pertama kerja (asik berasa udah orang kantoran banget), kami melengkapi surat-surat, nametag, badge, dan APD (alat pelindung diri). Dari semua hal tersebut yang paling menarik adalah APD. Karenaaaaaaa, warnanya kuning semua, uyeaah! *.*
Sampai badgenya pun juga warna kuning. Jadi makin semangat kerja gitu deeh.
Here they areeee :


yellow safety helmet :D


yellow wear pack, yellow safety helmet, yellow badge, kyaaaa :D


yellow badge! sayang nametag bagian HSE nya warna pink gitu, ih cemen


Brown safety shoes, kalau yang ini bawa sendiri dari Bandung dan emang ga asik kalau warna kuning

Balikpapan #1

HALLLOOO, guess what, saya udah di Kalimantan! Tepatnya udah di Balikpapan
Kesan pertama saya waktu nyampe di Bandara Internasional Sepinggan : "ga ada trolleeeyyy nya, padahal barang seabrek"
Haha iya, kata yoel emang sedikit trolleynya disini, lucu juga sih menurut saya hehe.

Overall, kotanya bersih dan rapi, menurut saya. Balikpapan ternyata bukan kota yang besar. Awalnya saya berpikir Balikpapan adalah kota semi-metropolitan, ternyata ga juga, hehe.
Pusat kotanya cuma satu wilayah kecil, tapi dengan luas wilayah pusat kota yang kecil tersebut udah banyak berjejer franchise-franchise terkenal seperti mcd, kfc, starbucks, xxi cinema, Jco, dan sebagainya (secara di Padang ga ada, haha), bahkan blitz megaplex pun lagi dibangun jadi coming soon gitu.
Ya termasuk maju sih dengan pusat kota nya yang termasuk kecil.

Selain itu, kelebihan Kota Balikpapan adalah, kotanya berada di sepanjang garis pantai. Jadi hotel, mall, perkantoran, plaza dan sebagainya dibangun di jarak yang cuma beberapa meter dari garis pantai. Seru banget tiap hari bisa mandangin pantai :D

Oya fyi, sebagian besar Kota Balikpapan di"pegang" oleh PT. Pertamina RU V. Soalnya hampir sepertiga nya diisi komplek pertamina, kilang pertamina, perkantoran pertamina, rumah sakit pertamina, gedung-gedung serbaguna pertamina dan bla bla bla pertamina lainnya.

Dan di sela-sela kesibukan ke kantor, untuk mengurus beberapa hal, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat pantainya. Pantainya lumayan bersih, dan besar dan panjaaang. Kebetulan yang kami telusuri kemarin adalah pantai di belakang salah satu gedung serba guna pertamina yang ga terbuka untuk umum jadi agak sepi gitu. Enak banget untuk santai. Tapi sayang, lagi asik-asiknya menulusuri sudut-sudut bukit kecil yang ada di tepi pantainya, ada papan pengumuman yang agak horor yang akhirnya membuat saya tau kenapa pantai ini sepi, ya apalagi kalau bukan pengumuman yang isinya "JANGAN BERENANG DI AREAL PANTAI INI, KARENA DAERAH INI ANGKER". Hm hm hm



termasuk bersih dan luas dan panjang kan?


ada batu-batu besar di bukit kecil tepi pantai nya


di balik batu-batu nya biasanya jadi tempat mancing




Thursday, May 26, 2011

Makan gila!

Yak, UAS SELESAAAI! Tapi ga sesenang itu rasanya, karena tiap hari harus ke kampus juga ngurus KP, bimbingan dan sebagainya. Ditengah-tengah ke-hectic-an bimbingan KP, keluhan tentang dosen pembimbing, terus ribet-ribetan photo session untuk online shop kami, titi bella dan putu pun sempet-sempetnya makan (kuli) ke HDL! Untuk yang tinggal di Bandung pasti udah tau tenarnya Seafood HDL Cilaki ini.
Dan kami bener-bener makan kaya kuli, sampai-sampai mau muntah saking penuhnya perut.
And the winner is.......Bella Tobing
Haha, dia makan kerang kaya makan permen, tumpukan kulit kerangnya paling banyak!
Kalau kata bella putu sih, makan enak dulu sebelum ke "pedalaman". Iya emang, mereka ke pedalaman Kalimantan.

Hasil ke-brutal-an

Sisa makanan titi

Sisa makanan putu

Sisa makanan bella, the queen of scallop

Saturday, May 14, 2011

another inspiring story

Tergelitik dengan pesan yang dikirimkan ke mailist HMTL dari Rahmat Danu Andika (senior di TL ITB, angkatan 2004) yang lagi jadi guru utusan dari Indonesia Mengajar di Desa Pelita. Bagi yang ga tau, Desa Pelita adalah sebuah desa di sebuah pulau terpencil yang bernama Mandioli yang terletak di Propinsi Maluku Utara, Indonesia. Yang cuma bisa diakses melalui sebuah dermaga kecil menggunakan perahu lokal.

Berdasarkan cerita Ngkong-panggilan akrabnya-, ga seperti namanya, Desa Pelita cuma 'terang' 5 jam saja dan di malam hari saja. Itupun berkat bantuan beberapa penduduk sekitar yang memiliki mesin diesel sebagai generator listrik. Disana mereka ga ngerti dan ga peduli tuh dengan yang namanya Gayus Tambunan, Royal Wedding, dan segala macam isu yang ada di kota. "Ya wajarlah, wong tempatnya terpencil gitu". Saya rasa sebagian dari yang baca tulisan ini akan berpikir seperti itu. 

Ngkong bilang, disana mereka bisa dikatakan mandiri. Kebun-kebun disana (masyarakatnya disana mayoritas berkebun, meskipun desa mereka berada di pinggir laut yang jernih dan kaya ekosistem lautnya) masih cukup untuk memberi makan sekitar 200 kepala keluarga. Mereka juga punya sekolah, ya meskipun ga se-canggih dan se-komplit sekolah di kota. 
Tapi dibalik comfort zone mereka tersebut, ada hal yang menyentil.

Ini masih berdasarkan cerita Ngkong. Anak-anak desa pelita merupakan anak-anak yang bersemangat dan cerdas dengan segala kemampuan motoriknya yang luar biasa. Saya setuju dengan pernyataan Ngkong, yang bilang : "Mereka memang bahagia, tapi kenapa mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan seperti yang -paling tidak- saya dapatkan dulu? Kenapa kesempatan untuk bisa belajar dan  berbuat banyak hal seolah-olah jauh dari anak-anak ini?". 

Potongan tulisan lain yang membuat saya entah mengapa menitikkan air mata yaitu : 
"Tiap kali anak-anak penasaran terhadap sesuatu yang saya ceritakan tentang apapun, tiap kali mata mereka berbinar dan mereka bertanya “Jakarta itu seperti apa Pak Guru?”, “kalau torang mau ke Amerika itu naik apa Pak Guru? bisa naik ketinting ka tarada?” atau celetukan-celetukan yang bilang jika mereka besar nanti mereka ingin kuliah di Bandung seperti pak guru, itu adalah sumber energi. Anak-anak yang polos dengan bakat-bakat luar biasa yang sebenarnya ingin diberitahu banyak hal, tapi sayangnya belum terpenuhi karena keterpencilannya."

Sebenarnya tak banyak yang bisa ceritakan dan ucapkan, karena memang saya sendiri tidak merasakan berada langsung di tengah-tengah mereka. Tapi sedikit cerita dari Ngkong benar-benar menginspirasikan saya. 

Jujur saya bukanlah mahasiswi dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, bahkan jujur-jujur saja, saya berpikir untuk tidak tinggal lama di Indonesia ini. Jika ada waktu dan kesempatan saya akan membawa semua keluarga saya untuk keluar dari Indonesia ini. Negara kelahiran saya ini. 

Siapa sih yang mau tinggal di negara yang udah hilang moralnya. Yang untuk membangun gedung "wakil rakyat" saja harus menghabiskan uang milyaran rupiah sedangkan milyaran "rakyat" yang katanya diwakilkannya itu sedang kelaparan dan kesusahan. 
Siapa yang mau tinggal di negara yang bahkan ketika rakyatnya saja sudah bebas berpendapat, mencaci-maki kelakuan minus mereka, tapi mereka, para "wakil rakyat", tetap aja dengan kelakuan minusnya. 
Siapa yang mau tinggal di negara yang sibuk minta kenaikan gaji, ganti mobil dinas yang mewah, perangkat kenegaraan yang terbuat dari emas, sedangkan pendulang emas untuk plakat mereka itu sedang menguras keringat hanya untuk membawa pulang se-liter beras murah. 
Seakan-akan mereka ga punya mata dan telinga. Dan hati. 

Ah ga tau lah, saya bukan mahasiswi politik yang paham mengenai kenegaraan, saya juga bukan mahasiswi hukum yang ngerti tentang hukum seharusnya, saya juga bukan volunteer sebuah lembaga sosial masyarakat yang membantu masyarakat tertinggal, ya setidaknya saya salah satu bagian kecil dari Indonesia ini.

Tapi setelah mendengar kisah Ngkong, saya pun merasa tersentil. Kenapa saya menilai Indonesia dari topeng besar yang udah bobrok itu ya. Kenapa saya tidak melihat ke wajah-wajah tak bertopeng yang masih polos lainnya. Sepertinya, perasaan 'ingin meninggalkan' ini sedikit menghilang.

Waw, semuanya keluar begitu saja. Maaf jika ada yang tersinggung atau merasa saya berlebihan. Masing-masing orang bebas berpendapat bukan? Hehe :D

Okay, kembali ke kisah inspiratif dari Desa Pelita oleh Ngkong.
Sedikit kutipan pesan dari Ngkong yang mudah-mudahan bisa menggerakkan kalian juga.

"Keinsyafan bahwa keilmuan yang kita miliki haruslah berguna untuk mengangkat bangsa ini, tinggi. Supaya nantinya dimanapun kita berada, kita akan berkarya dengan wawasan ke-Indonesia-an yang lebih luas. 
Optimisme adalah pondasi gerakan ini. Optimisme perubahan. Keyakinan bahwa harus ada orang-orang yang mulai menyalakan lilin ditengah kegelapan yang sedang melanda dan suara nyaring saling menyalahkan. Dan seperti virus, optimisme ini menular. Sampai tiba saatnya semua orang akan sibuk menyalakan lilinnya ditengah kegelapan. Saya percaya.
Seperti yang Pak Anis Baswedan tulis dulu, para ibu di republik ini tidak pernah berhenti melahirkan anak-anak luar biasa. Disini saya lihat anak-anak luar biasa itu terjauhkan dari kesempatan karena keterpencilannya. Karena ternyata Republik ini belum mampu membayar janji merdekanya 65 tahun yang silam. Masalah negara kita memang banyak, banyak sekali. Jadi marilah mulai menyalakan lilin untuk menerangi hati yang gelap, menenangkan jiwa yang kalut, dan membunuh pasrah yang tumbuh. Sampai nanti, Indonesia merdeka.
Demi Tuhan, untuk Bangsa dan Almamater"
Sedikit dokumentasi yang saya ambil dari akun facebook nya Ngkong :P
SDN Ambatu Pelita :)

Kegiatan anak-anak SD selama proses belajar mengajar


Di ujung jalan merupaka dermaga, satu-satunya akses keluar masuk Desa Pelita








Upacara bendera :D


Kepala Sekolah SDN Ambatu Pelita beserta istri dan anaknya



Hallo selamat magrib di Bandung.

Tadi tiba-tiba ada jarkom yang bilang UAS hari Senin diundur, karena adanya CUTI BERSAMA, jadi pegawai-pegawai TU, dosen, dan sekitarnya libur. Jadilah seharian ini saya nyampah. Gapapa deh itung-itung istirahat dari  6hari-6malam nonstop belajar dan cuma tidur 3 jam tiap harinya.
Saya bingung deh kenapa harus ada cuti bersama, bahasa lainnya harpitnas deh, atau bahasa yang lebih Indonesia lagi : hari terjepit nasional. Kenapa coba dengan kejepit, terus diliburin. Cuma di Indonesia kayanya yang ada harpitnas. Hm agak terlihat sih mental masyarakat Indonesia jadinya. 
Okay forget about Indonesia-and-our-harpitnas.

Semalem saya mimpi. Ada iaz, gilang, haecal. Udah yang keberapa kali dalam beberapa hari ini. Sebelumnya, juga pernah ada tika, dung2, wina. Aneh ya? Menurut saya sih iya. Karena udah berkali-kali, dengan cerita yang berbeda-beda, dan terasa sangat nyata. Terus saya mikir, kenapa bisa?

Kata orang sih, biasanya apa yang kita pikirkan sebelum tidur bisa kebawa mimpi. Tapi sebelum tidur saya ga mikirin iaz atau gilang. Berarti teori itu salah.
Ada juga yang bilang, karena terlalu sering mikirin hal/orang itu (ga cuma sebelum tidur aja), jadilah kebawa mimpi. Tapi saya juga ga sesering itu mikirin -contohnya- iaz, gilang atau haecal atau siapapun apapunlah. Berarti teori itu juga salah.
Ada lagi yang bilang karena kita kangen dengan hal/orang itu, jadi kebawa mimpi deh. Okay yang ini agak masuk akal kayanya.
Tapi kalau dari beberapa artikel yang saya baca sih, katanya belum ada ilmuwan atau peneliti yang benar-benar bisa mecahin fenomena mimpi sebenarnya. 

Okay daripada memusingkan hal yang ga perlu dipusingkan karena emang udah banyak hal yang memusingkan (jadi pusing kan? haha), saya caplok teori ketiga. 
Benar sekali kalau saya kangen iaz, gilang, dung2, tika, sherly, acong dan (bukan) temen temen main (biasa) lainnya, dan haecal deng (ups hahaha).

Kata orang lagi nih, ada yang namanya "temen", cuma temen, beneran temen, dan bukan temen biasa. Menurut saya sih mereka bukan temen biasa saya, yah kalau temen itu tingkat 3, beneran temen tingkat 2, maka bukan temen biasa adalah tingkat 1. Kenapa? Simple sih, karena kualitas. Hehe

Jadi inti dari posting-an ini adalah : saya kangen mereka! Apalagi kamu yang sangat jauh disana. I miss you :(

Monday, May 02, 2011

Welcome hectic May!

May, welcome May!
Ga kerasa minggu depan udah UAS, iya UAS, UJIAN AKHIR SEMESTER! Baru juga kemarin rasanya mulai semester 6.
Dan yang lebih waw lagi, akhir bulan nanti, saya yoel dan neng udah berangkat ke BALIKPAPAN untuk KP, KERJA PRAKTEEEKKK! (panik sendiri)
Di Balikpapan dua bulan gimana rasanya ya, stay tuned terus di blog ini biar tau gimana rasanya dua bulan kerja di Pertamina Balikpapan, haha. Antara senang, dan deg-deg an.
Dan yang lebih waw waw lagi, pulang dari KP udah Bulan Ramadhan, terus Lebaran deeeh. 
Emang waktu berjalan amat sangat cepat ya. Ya semoga lebih cepat berjalan dan segera melepas jabatan. Entah kenapa saya rasa waktu nya ga pas, disaat saya lagi pusing dan bosen-bosennya kenapa saya malah nerima jabatan penting ya, hmmmp (curcol).
Udah ah, ayo semangat kristy!