Showing posts with label what I can't express. Show all posts
Showing posts with label what I can't express. Show all posts

Monday, September 19, 2011

Realita

Kemarin saya ga sabar balik ke bandung, supaya banyak kerjaan dan tanggung jawab jadi ga perlu mikirin yang lain. Tapi nyampe di bandung, saya pun terkena sindrom kejenuhan dini. Baru juga seminggu kembali ke kampus, saya sudah merasakan kejenuhan yang luar biasa. Oh kapan semua ini berakhir? Akhir-akhir ini saya sangat memimpikan wisuda-kerja-dan menikah. Haha. Beginilah anak stress. Tolong keluarkan saya sejenak dari dunia ini dan bawa saya kembali ke dunia itu :(

Thursday, September 01, 2011

dahulu kaulah segalanya/ dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku/ 
namun sekarang aku mengerti/ tak perlu ku menunggu sebuah cinta 
yang sama. -Raisa

Monday, June 20, 2011

Pernah ga kalian berpikir dalam menjalankan suatu rutinitas, apakah hal tersebut adalah suatu kebutuhan atau hanya sebuah kebiasaan?
Yaaa, saya sedang berada di suatu dilema dalam membedakan, apakah saya butuh atau hanya karena saya udah terbiasa? Hmmmm

Sunday, April 17, 2011

Curhat

Saya dulu selalu bertanya-tanya, gimana sih cara bedain ekstrovert, introvert, atau pertengahannya (ya apapunlah istilahnya). Dan entah mengapa saya merasa dulu diri saya ekstrovert. Yah kalau ekstrovert itu poin nya 10 dan introvert itu poin nya 0, saya masih berada di angka 7.3 deh (perhitungan). 

Tapi sekarang sepertinya saya mulai kekurangan poin demi poin.

Bener ga kalau introvert itu adalah saat kamu merasa lebih nyaman nge-handle semua hal sendirian, tanpa perlu bantuan orang lain (hal disini ya semua hal, baik itu hal positif dan negatif).
Hm bukan, bukan hanya nyaman, tapi lebih ke emang-lebih-baik-ga-usah-minta-bantuan-atau-cerita-atau-apapunlah-ke-orang-lain-titik.

Ya kurang lebih begitu yang saya rasa. Padahal keadaan saya sekarang bukanlah keadaan dimana semua-hal-bisa-lo-handle-sendiri. Dan tau apa konsekuensi nya? I'm getting crazeeeeh. Yang lebih membuat saya berpikir, berpikir, berpikir dan terus berpikir adalah, disaat saya benar-benar merasa "letih", kenapa saya tetap ga bisa berbagi terlalu banyak hal dengan orang lain.
Hmm sekarang tampaknya perbedaan antara introvert dan egois menjadi tipis? Atau antara introvert dan bodoh?
Arrrgh sudahlah. Yang paling penting dari tulisan ini adalah : apa benar saya telah kekurangan banyak poin? Atau emang dari awal poin saya ga sebanyak itu? 
Tapi bentar, pertanyaan yang lebih bijak dari keduanya yaitu : gimana cara ngubah sifat saya yang (anggap saja) introvert?

Oke lagi-lagi, SUDAHLAAAAH

Monday, March 21, 2011

Kalo kata Katy Perry,
"baby you're a firework. Come on show them what your worth. Make them go, oh oh oh! As you shoot across the sky y y y"


Yes, i just gotta ignite the light and let it shine. XOXO

Sunday, December 12, 2010

"Do you ever feel that what you do is something useless but you still do it?"

Tuesday, November 23, 2010

"There are a lot of guys, that's much much better than I am. And you deserve for that." Kalimat yang muncul hanya karena sedikit perubahan yang menurut saya ga berarti, dan kalimat itu berdengung-dengung terus akhir-akhir ini di kepala saya. Sebenarnya saya ga ngerti, apakah saya harus senang atau malah sedih, hemm.


Yak, andaikan saya bisa ngasih tau kalau sebenarnya bukan orang yang lebih baik atau yang terbaik atau apapun lah yang saya inginkan. Saya butuh dia, yang biasanya bisa membuat saya tenang waktu pikiran sedang kacau, dan bisa membuat saya berhenti menangis waktu hati sedang kacau. Terdengar berlebihan dan memuakkan? Haha, tapi emang begitu adanya, yah meskipun ga sempurna setiap saat selalu begitu. 


Tapi belakangan begitu banyak hal yang membuat saya ga mengerti dan begitu susah untuk dibicarakan dan begitu susah juga untuk saya pahami sendiri.
Satu yang jelas, waktu dan jarak masih belum bisa mengubah apa yang ada disini, ya, disini.


Wah, jarang2 saya nulis nge galau gini, haha. Sekali-kali gpp deh.

Sunday, November 14, 2010

Antara ujian dan cobaan

Kata orang ujian dan cobaan itu berbeda. Awalnya, saya tidak mengiyakan tapi tidak juga menidakkan. Namun belakangan saya berpikir keras tentang pernyataan tersebut.

Pernah ga merasakan, semakin kalian dekat dengan Allah maka akan semakin banyak cobaan (atau ujian) yang datang? Dulu saya pikir itu hanya teori, namun ternyata tidak juga. Hal itu benar adanya. 
Semakin saya mendekatkan diri dengan Allah, memang benar hati terasa lebih tentram, tapi entah mengapa saya merasa semakin banyak cobaan (atau ujian) yang datang kepada saya. 

Saya telusuri, dan jawaban yang saya simpulkan sekarang yaitu : yang saya terima adalah ujian. Kenapa?
Pernah di suatu ceramah agama, penceramah bilang "Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan umatnya. Kalaupun seorang umat selalu diberikan ujian, hendaklah ia bersyukur, karena itu berarti Allah sangat memperhatikannya" 

Yak, kalimat itu berdengung-dengung di telinga saya. Haruskah saya bersyukur? 
Saya pun berpikir, ya, mungkin yang saya alami sekarang ujian, ujian agar iman saya naik setingkat demi setingkat. Amin

Friday, November 12, 2010

"Semakin mencoba pergi, semakin susah untuk pergi"
- I miss you, but ........

Saturday, October 16, 2010

Like walking on an endless road and don't know where to stop. Yes, that is me

Wednesday, October 13, 2010

"There is no failure, its  only a learning process" - Randi Haecal

Thank you for making me smile when it all makes me crazy

Tuesday, August 31, 2010

"There are first love and first true love
Yes I have my first love
But now I know
My first true love is you"

Monday, August 30, 2010

Farewell ;(

Kenapa harus ada perpisahan ;( ?
Tapi namanya juga pertemuan pasti ada perpisahan, mau ga mau suka ga suka.
Sedih banget rasanya ditinggal orang yang kurang lebih tiga tahun udah nemenin aku. 
Meskipun ga full selama tiga tahun kita selalu sama-sama tapi cukuplah untuk memupuk rasa yang udah ada.

Semoga setahun lagi ketemu, kamu, aku, kita akan tetap seperti ini adanya.

To you, Randi Haecal
I love you, and I really miss you right now


Good luck for your study, dear

Sunday, August 15, 2010

Friday, July 30, 2010

...
Maybe I know, somewhere
Deep in my soul
That love never lasts
And we've got to find other ways
To make it alone
Keep a straight face
And I've always lived like this
Keeping a comfortable, distance
And up until now

I had sworn to myself that I'm
Content with loneliness
Because none of it was ever worth the risk
Well, You are the only exception

...
The Only Exception - Paramore
Yes, you are the only exception

Saturday, May 08, 2010

Gw berusaha melakukan yang terbaik untuk ini, untuk kita. Tapi maaf kalau tidak sebaik yang lo inginkan. Satu yang pasti, bukan ini yang gw pengen, bukan kaya gini yang seharusnya terjadi.


Please, hilangin ego masing-masing. Please benar-benar dipahami maksud menghilangkan ego.
Gw tau kita bisa menyelesaikannya, gw yakin kita masih di satu tujuan, gw yakin kita masih sama-sama pengen memperbaiki. Its just a matter of time

If you read this post, i just want to say, tak selamanya diam itu emas. Dengan diam masalah ga akan selesai. 

Friday, May 07, 2010

Ketika semuanya terasa semakin asing, yang paling dibutuhkan memang keluarga


Saya jenuh, saya capek, saya muak! Satu yang saya inginkan sekarang hanya berkumpul bersama mama, papa, cece, pebek, randy, bibi di rumah, di Padang!

Saturday, March 13, 2010

ketika diam tidak menyelesaikan masalah

Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa Diam itu emas. Namun, tak selamanya diam akan menjadi emas.

Ada saatnya kita diam, ada saatnya kita bersuara. 
Karena suatu masalah tidak akan selesai hanya dengan diam, masalah akan menemukan titik cerah jika saling berbicara.

Itulah hikmah yang baru Saya dapatkan akhir-akhir ini.

Monday, February 08, 2010

perubahan

Gue bingung kenapa manusia bisa terlalu cepat berubah. kenapa mereka terlalu gampang berjanji berbicara terus dalam waktu sekejap semuanya berganti arah. Ga pernah mikir yah resiko dari perbuatannya. Berubah berubah berubah, kata-kata itu berdengung dengung di telinga gue. 
Apa emang sifat alamiah manusia, berubah dalam sekejap mata. Ga pake kemunafikan, gue emang sangat ga suka dengan perubahan. Cinta sayang setia, semua diumbar dengan gampang banget. Buat seakan akan orang yang mendengarnya yakin dan percaya. Tapi toh ucapan itu paling cuma berlaku beberapa bulan, yah paling ga beberapa tahun, tidak bertahun-tahun.
Kenapa mereka berbicara dan berbuat seakan akan manusia ini ga punya perasaan. Kenapa sebelum berbuat mereka ga bisa nge balikin ke diri mereka dulu. Kenapa mereka ga pernah berpikir bahwa apa yang telah mereka perbuat bisa buat orang lain terluka, menangis dan kecewa.
Oke emang perubahan itu pasti terjadi. Oke emang di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi ga berarti pertemuan itu diawali dan dibumbui dengan janji kosong yang jelas jelas ga bisa dipenuhi. Ah sudahlah, toh waktu terus berjalan, semuanya terus berputar, mungkin bakal lebih banyak lagi perubahan perubahan yang akan datang. Gue emang ga suka dengan perubahan itu tapi gue juga ga punya daya untuk nentang itu semua. Hidup itu perubahan. Kalau ga ada perubahan maka ga ada yang namanya hidup. So, akhir kata kita cuma bisa menjalani ini semua.



                                       >>tulisan yang gw posting May, 2009


Kalau gw baca-baca lagi, agak labil yah? hehe. Tapi tulisan ini gw tulis begitu aja saat itu, sangat murni dari lubuk hati terdalam ;)