FTSL, Teknik Lingkungan ITB :)
Showing posts with label Teknik Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Teknik Lingkungan. Show all posts
Wednesday, November 10, 2010
Wednesday, May 12, 2010
Pratikum Hidrolika Sungai
Kalian mungkin akan bertanya Saya jurusan apa kok ada pratikum hidrolika sungainya? Yak Saya jurusan Teknik Lingkungan. Pratikum ini salah satu syarat lulus untuk mata kuliah Mekanika Fluida. Pratikum dilakukan di bantaran Sungai Cikapundung. Just look at this :






Di sini nih anak2 cowok nyemplung, untung aja kami shift siang.
Di shift pagi kabarnya masih banyak kotoran2 yang berlalu lalang, iyuukh

Berkumpul di bantaran sungai yang juga sebagai pemukiman bagi warga disana



Arusnya ternyata deras dan airnya dingin (kata mereka)

Para asisten

Saya bersama yang lain sedang menyatat data yang diinstruksikan oleh cowok2 yang nyemplung
Tuesday, April 27, 2010
Kartini's Day
Tepat hari Rabu tanggal 21 April 2010 kemarin, kami warga HMTL merayakan serta sedikit mengenang jasa-jasa Ibu kita Kartini. Acaranya singkat, hanya berlangsung kurang lebih sejam, diawali dengan mengheningkan cipta sejenak lalu dilanjutkan dengan sedikit cerita mengenai Ibu Kartini. Kemudian ada pembacaan puisi, menyanyikan lagu Ibu Kartini bersama dan diakhiri dengan berfoto dan memakan rujak bersama.
Warga HMTL diwajibkan menggunakan kebaya dan atau batik untuk lebih menghidupkan suasana, dan ditengah acara diumumkan siapa best dress untuk kategori wanita dan pria nya.
Sedikit dokumentasi pada Kartini's Day tersebut :
Warga HMTL diwajibkan menggunakan kebaya dan atau batik untuk lebih menghidupkan suasana, dan ditengah acara diumumkan siapa best dress untuk kategori wanita dan pria nya.
Sedikit dokumentasi pada Kartini's Day tersebut :
pembacaan puisi oleh Kak Arin dan diiringi musik oleh Wilman
Pemenang best dress
Kartini : Reny - Kartono : Bokir
Kartini dan Kartono nya malu-malu
Kak Fani, Kak Disty, Neng, Inda dan Saya
Friday, April 16, 2010
Kecewa dengan pengurusan yang ada
Kalau di ITB, mahasiswa yang udah disetujui KRS (Kartu Rencana Studi) nya masih diberikan kesempatan untuk PRS (penggantian rencana studi) setelah beberapa minggu kuliah. Jadi kalau ada mata kuliah yang dirasa ga perlu diambil, atau jadi males untuk diambil, atau mata kuliah baru yang mau diambil, itu semua masih bisa di proses dalam ketentuan batas waktu.
Jadilah, saya menambah dua mata kuliah baru yang berjumlah 5 sks. Prosedurnya, saya harus edit KRS melalui sistem on-line lalu di print lalu harus disetujui oleh dosen wali. Dengan berbekal prosedur itu, saya mendatangi ruangan dosen wali saya guna meminta tanda tangan sebagai bentuk persetujuan. Di dalam ruangan, cukup singkat dosen wali saya melihat PRS yang saya bawa, lalu menandatangani. Selesai. Pikir saya.
Setelah itu, saya pun seperti biasa melanjutkan kuliah dengan tambahan dua matkul yang sudah di PRS dan sudah disetujui oleh dosen wali. Lagi-lagi, pikir saya.
Sampai saya merasa ada sesuatu yang aneh, entah mengapa nama saya ga pernah ada di absen matkul tambahan yang saya ambil. Saya pikir memang belum direkap oleh pihak TU, maka saya tulis sendiri nama saya di lembar absen. Namun tetap saja ada keanehan, nama saya di silang, sedangkan nama salah satu teman yang juga ditulisnya sendiri di lembar absen di centang. Saya bingung kan, padahal saya sudah mengikuti UTS, nilainya pun keluar dan di pajang di papan pengumuman.
Karena keanehan itu saya pun melapor ke TU, meminta KSM yang baru. Namun ternyata, KSM saya yang baru tidak ada di daftar. Setelah di cek via online oleh pihak TU barulah ketahuan bahwa PRS saya belum di-approve via online oleh dosen wali saya. Cepat-cepat saya perlihatkan bukti nya kepada pihak TU, bukti bahwa PRS saya telah disetujui, namun saat itu pihak TU kurang berkooperatif, dan mengatakan bukti tersebut tidak bisa membantu apa-apa, jalan keluarnya yaitu : hubungi dosen yang bersangkutan untuk meminta tolong menabung nilai + absen saya untuk semester genap depan yang berarti tahun depan. Dengan kata lain, saya bisa meneruskan kuliah dua matkul tersebut seperti biasa, namun nantinya nilai saya tidak akan keluar. IP pun akan dikalkulasikan dengan 17 sks, bukan 22 sks. Lalu, tahun depan saya mengambil matkul yang 5 sks tersebut tanpa harus menghadiri kuliah karena nilai saya sudah di tabung. WHAT THEEEEE? Serasa disambar petir, hello saya harus membuang jatah 5 sks untuk tahun depan padahal saya tidak melakukan kesalahan apapun.
Singkat cerita, hari itu juga saya berlari ke fakultas, kembali lagi ke prodi, berlari ke ruangan dosen yang mata kuliahnya ga di approve, namun hasil yang didapat tidak begitu memuaskan. Untuk saja salah satu dosen yang mata kuliahnya tidak di approve baik sekali dan sangat berkooperatif, membuat air mata saya tak dapat dibendung lagi. Ditengah kepanikan itu, beliau sangat membantu menelpon pihak TU dan Kaprodi (esok harinya). Singkat cerita, keesokkan harinya saya disuruh datang pukul 8.30 dan menghadap Kaprodi untuk meminta surat pengantar ke fakultas agar kasus saya bisa di proses. Dengan sejuta harapan saya datang dari pukul 7.00 di TU. Begitu Kaprodi datang saya masuk ke ruangan beliau dan menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi dan tak lupa juga memohon agar dibantu. Namun sayang, beliau yang sangat saya hormati tersebut tidak begitu membantu dan membuat saya yang tadinya mempunyai harapan yang sangat besar menjadi semakin pesimis. Ingin rasanya nangis di depan beliau, namun rasa kecewa yang besar menghambat hal tersebut. Untung di tengah-tengah pembicaraan, dosen yang saya katakan sangat baik diatas menelpon beliau dan saya rasa perkataan beliau sedikit melunakkan hati bapak Kaprodi. Meskipun saya tidak begitu tau apa yang beliau katakan via telepon. Hingga akhirnya saya disuruh kembali ke TU, dan pihak TU mengatakan akan membuat surat pengantar tersebut.
Hingga detik ini, kasus ini masih belum selesai, saya masih menunggu pihak fakultas menjawab surat pengantar tersebut. Semoga saja KRS saya dapat diubah, karena jujur saya akan sangat kecewa jika akhirnya harus mengambil 5 sks di semester genap depan, meskipun saya tidak perlu menghadiri kuliah karena nilai saya sudah di tabung.
Saturday, March 13, 2010
Rapat Anggota HMTL
Rapat anggota atau yg lebih biasa disingkat menjadi RA merupakan keputusan tertinggi dalam suatu organisasi. Dan dengan arti harfiah itu jugalah RA tahunan ini diadakan oleh BPA HMTL ITB. Sebagai kelanjutan dari LPJ (Lembar Pertanggung Jawaban) akhir tahun yang diakhiri dengan Sertijab (Serah terima jabatan) dari BP 2009/2010 (Kak Fazlur) ke BP 2010/2011 (Kak Bekok) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB.
Di dalam AD ART tertulis bahwa RA bisa diadakan jika peserta memenuhi kuorum sejumlah 1/2n + 1 yang dalam hal ini berjumlah 156 orang. Yak dengan kekuatan AD ART itulah RA/LPJ sempat tertunda-tunda.
Singkat kata, dengan segala jerih payah, kesabaran, dan kepercayaan RA pun diakhiri dengan sertijab yang penuh suka duka.
Namun, pada pertengahan RA hari kedua, terjadi sedikit kegaringan (menurut saya). Ketika itu ditengah-tengah acara peserta tidak memenuhi kuorum berjalan (100 orang), sehingga membuat RA tidak dapat dilanjutkan sebagai Rapat anggota karena tidak memiliki kekuatan. Tetapi, hal yang sebenarnya tidak terlalu ribet itu menjadi sangat amat ribet waktu itu. Kami membuang-buang waktu satu jam kurang lebih untuk memutuskan rapat tersebut akan dilanjutkan sebagai apa. Sebagai forum biasa kah, sebagai rapat anggota sementara kah, atau sertijab akan diundur, atau memanggil 12 orang agar memenuhi kuorum (disaat hari telah menunjukan pukul 11 malam) dan banyak lagi option lainnya. RA menjadi sangat alot dengan adanya adu pendapat dan tanggapan, yang akhirnya tertunda juga hingga esok harinya.
Untungnya tidak menjadi sia-sia kehadiran mereka yang datang di RA hari ketiga, yang tentunya dengan susah payah juga mengumpulkan 156 orang sehingga RA bisa dilanjutkan. Jika diingat-ingat lagi, terasa sedikit miris, hehe.
Akhirnya, hari itu Jumat, 12 Maret 2010, bertempatkan di kantin tambang ITB, RA dan sertijab dilaksanakan dengan penuh suka duka. Karena selain dua hal berharga tersebut, malam itu angkatan 2006 resmi menjadi swasta (mahasiswa tingkat akhir).
Kak fazlur, mantan Kahim (Ketua Himpunan) menangis, yang saya tidak mengerti apakah itu senang atau terharu atau mungkin keduanya. Sekali itu, saya melihat orang yang selama ini saya anggap sebagai pemimpin yang (menurut saya) berkharisma mengeluarkan air mata. Pemimpin juga manusia, hahaha. Dan banyak lagi kejadian haru lainnya yang saya rasakan dan saksikan.
Kami menyanyikan Hymne HMTL, menyerukan gemuruh kebanggaan HMTL (yang dipimpin oleh Kahim yang baru, Kak Bekok), menyanyikan Indonesia Raya (yang dipimpin oleh Senator yang baru, Kak fatur) dan sebagainya.
Yang jelas, malam itu entah mengapa, Saya yang bisa dikatakan sebagai anggota baru di HMTL ini mulai merasakan rasa kekeluargaan disini, di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. :)
Beberapa dokumentasi dari kak dimas.
Di dalam AD ART tertulis bahwa RA bisa diadakan jika peserta memenuhi kuorum sejumlah 1/2n + 1 yang dalam hal ini berjumlah 156 orang. Yak dengan kekuatan AD ART itulah RA/LPJ sempat tertunda-tunda.
Singkat kata, dengan segala jerih payah, kesabaran, dan kepercayaan RA pun diakhiri dengan sertijab yang penuh suka duka.
Namun, pada pertengahan RA hari kedua, terjadi sedikit kegaringan (menurut saya). Ketika itu ditengah-tengah acara peserta tidak memenuhi kuorum berjalan (100 orang), sehingga membuat RA tidak dapat dilanjutkan sebagai Rapat anggota karena tidak memiliki kekuatan. Tetapi, hal yang sebenarnya tidak terlalu ribet itu menjadi sangat amat ribet waktu itu. Kami membuang-buang waktu satu jam kurang lebih untuk memutuskan rapat tersebut akan dilanjutkan sebagai apa. Sebagai forum biasa kah, sebagai rapat anggota sementara kah, atau sertijab akan diundur, atau memanggil 12 orang agar memenuhi kuorum (disaat hari telah menunjukan pukul 11 malam) dan banyak lagi option lainnya. RA menjadi sangat alot dengan adanya adu pendapat dan tanggapan, yang akhirnya tertunda juga hingga esok harinya.
Untungnya tidak menjadi sia-sia kehadiran mereka yang datang di RA hari ketiga, yang tentunya dengan susah payah juga mengumpulkan 156 orang sehingga RA bisa dilanjutkan. Jika diingat-ingat lagi, terasa sedikit miris, hehe.
Akhirnya, hari itu Jumat, 12 Maret 2010, bertempatkan di kantin tambang ITB, RA dan sertijab dilaksanakan dengan penuh suka duka. Karena selain dua hal berharga tersebut, malam itu angkatan 2006 resmi menjadi swasta (mahasiswa tingkat akhir).
Kak fazlur, mantan Kahim (Ketua Himpunan) menangis, yang saya tidak mengerti apakah itu senang atau terharu atau mungkin keduanya. Sekali itu, saya melihat orang yang selama ini saya anggap sebagai pemimpin yang (menurut saya) berkharisma mengeluarkan air mata. Pemimpin juga manusia, hahaha. Dan banyak lagi kejadian haru lainnya yang saya rasakan dan saksikan.
Kami menyanyikan Hymne HMTL, menyerukan gemuruh kebanggaan HMTL (yang dipimpin oleh Kahim yang baru, Kak Bekok), menyanyikan Indonesia Raya (yang dipimpin oleh Senator yang baru, Kak fatur) dan sebagainya.
Yang jelas, malam itu entah mengapa, Saya yang bisa dikatakan sebagai anggota baru di HMTL ini mulai merasakan rasa kekeluargaan disini, di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. :)
Beberapa dokumentasi dari kak dimas.
bella nyempil kaya upil
ketika anggota BPA yang baru disumpah
Badan ketua HMTL ITB periode 2010/2011
(sekjen eksternal-sekjen internal-kahim)
Ketika Kak Bekok, kahim yang baru disumpah
Kak Bekok (kahim 10/11) dan Kak Fazlur (kahim 09/10)
Ketika para badan pengurus disumpah
semangat anggota saat gemuruh
Saat pemberian 'sesuatu' dari Dagri
Karena, baik itu kahim lama (kak fazlur), kahim baru (kak bekok), senator lama (kak dissa) dan senator baru (kak fatur) semuanya berasal dari Departemen Dalam Negeri HMTL, ada suatu kebanggan tersendiri. :)
Senator yang baru dan senator yang lama
sewaktu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh kak fatur.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















.jpg)
