Friday, April 16, 2010

Kecewa dengan pengurusan yang ada

Kalau di ITB, mahasiswa yang udah disetujui KRS (Kartu Rencana Studi) nya masih diberikan kesempatan untuk PRS (penggantian rencana studi) setelah beberapa minggu kuliah. Jadi kalau ada mata kuliah yang dirasa ga perlu diambil, atau jadi males untuk diambil, atau mata kuliah baru yang mau diambil, itu semua masih bisa di proses dalam ketentuan batas waktu.
Jadilah, saya menambah dua mata kuliah baru yang berjumlah 5 sks. Prosedurnya, saya harus edit KRS melalui sistem on-line lalu di print lalu harus disetujui oleh dosen wali. Dengan berbekal prosedur itu, saya mendatangi ruangan dosen wali saya guna meminta tanda tangan sebagai bentuk persetujuan. Di dalam ruangan, cukup singkat dosen wali saya melihat PRS yang saya bawa, lalu menandatangani. Selesai. Pikir saya.
Setelah itu, saya pun seperti biasa melanjutkan kuliah dengan tambahan dua matkul yang sudah di PRS dan sudah disetujui oleh dosen wali. Lagi-lagi, pikir saya.
Sampai saya merasa ada sesuatu yang aneh, entah mengapa nama saya ga pernah ada di absen matkul tambahan yang saya ambil. Saya pikir memang belum direkap oleh pihak TU, maka saya tulis sendiri nama saya di lembar absen. Namun tetap saja ada keanehan, nama saya di silang, sedangkan nama salah satu teman yang juga ditulisnya sendiri di lembar absen di centang. Saya bingung kan, padahal saya sudah mengikuti UTS, nilainya pun keluar dan di pajang di papan pengumuman.
Karena keanehan itu saya pun melapor ke TU, meminta KSM yang baru. Namun ternyata, KSM saya yang baru tidak ada di daftar. Setelah di cek via online oleh pihak TU barulah ketahuan bahwa PRS saya belum di-approve via online oleh dosen wali saya. Cepat-cepat saya perlihatkan bukti nya kepada pihak TU, bukti bahwa PRS saya telah disetujui, namun saat itu pihak TU kurang berkooperatif, dan mengatakan bukti tersebut tidak bisa membantu apa-apa, jalan keluarnya yaitu : hubungi dosen yang bersangkutan untuk meminta tolong menabung nilai + absen saya untuk semester genap depan yang berarti tahun depan. Dengan kata lain, saya bisa meneruskan kuliah dua matkul tersebut seperti biasa, namun nantinya nilai saya tidak akan keluar. IP pun akan dikalkulasikan dengan 17 sks, bukan 22 sks. Lalu, tahun depan saya mengambil matkul yang 5 sks tersebut tanpa harus menghadiri kuliah karena nilai saya sudah di tabung. WHAT THEEEEE? Serasa disambar petir, hello saya harus membuang jatah 5 sks untuk tahun depan padahal saya tidak melakukan kesalahan apapun.
Singkat cerita, hari itu juga saya berlari ke fakultas, kembali lagi ke prodi, berlari ke ruangan dosen yang mata kuliahnya ga di approve, namun hasil yang didapat tidak begitu memuaskan. Untuk saja salah satu dosen yang mata kuliahnya tidak di approve baik sekali dan sangat berkooperatif, membuat air mata saya tak dapat dibendung lagi. Ditengah kepanikan itu, beliau sangat membantu menelpon pihak TU dan Kaprodi (esok harinya). Singkat cerita, keesokkan harinya saya disuruh datang pukul 8.30 dan menghadap Kaprodi untuk meminta surat pengantar ke fakultas agar kasus saya bisa di proses. Dengan sejuta harapan saya datang dari pukul 7.00 di TU. Begitu Kaprodi datang saya masuk ke ruangan beliau dan menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi dan tak lupa juga memohon agar dibantu. Namun sayang, beliau yang sangat saya hormati tersebut tidak begitu membantu dan membuat saya yang tadinya mempunyai harapan yang sangat besar menjadi semakin pesimis. Ingin rasanya nangis di depan beliau, namun rasa kecewa yang besar menghambat hal tersebut. Untung di tengah-tengah pembicaraan, dosen yang saya katakan sangat baik diatas menelpon beliau dan saya rasa perkataan beliau sedikit melunakkan hati bapak Kaprodi. Meskipun saya tidak begitu tau apa yang beliau katakan via telepon. Hingga akhirnya saya disuruh kembali ke TU, dan pihak TU mengatakan akan membuat surat pengantar tersebut.
Hingga detik ini, kasus ini masih belum selesai, saya masih menunggu pihak fakultas menjawab surat pengantar  tersebut. Semoga saja KRS saya dapat diubah, karena jujur saya akan sangat kecewa jika akhirnya harus mengambil 5 sks di semester genap depan, meskipun saya tidak perlu menghadiri kuliah karena nilai saya sudah di tabung.

No comments:

Post a Comment