Monday, April 09, 2012
Thursday, March 29, 2012
nice words from "tuesday with Morrie"
Why do people always say, "Oh if I were young again". You never hear people say, "I wish I were sixty-five".
You know what the reflects? Unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven't found meaning. Because if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more. You can't wait until sixty-five.
You know what the reflects? Unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven't found meaning. Because if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more. You can't wait until sixty-five.
Sunday, March 25, 2012
Liburan singkat ke Sawarna
Ada yang pernah dengar atau bahkan udah pernah ke Pantai Sawarna?
Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayak, Kabupaten Lebak, Banten. Sebenarnya tidak ada rencana pada awalnya, saya hanya tau neng akan ke sawarna pada jam 3 sore, dan jam 6 sore kami berangkat dari kosan saya, dan hanya ber-empat orang saja, saya, neng, erland, dan daril, dan belum ada yang pernah kesana, dan tidak ada yang tau jalan. Sungguh dadakan dan tidak banyak persiapan.
Setelah jemput sana-sini, ambil sleeping bag, dan membeli cemilan kami pun berangkat dari Bandung sekitar pukul 7 malam. Dari Bandung sampai Sukabumi saya yang menyetir, lalu kami makan malam di Sukabumi dan kemudian Daril yang menyetir sampai Desa Sawarna. Jalanannya termasuk aman dan bagus. Jika dibandingkan dengan jalanan di Sumatera.
Pukul 2.30 pagi pun kami tiba di Desa Sawarna. Karena tidak terencana, kami pun belum memesan penginapan. Awalnya berencana tidur di mobil, baru nanti pagi-pagi mencari penginapan. Namun secara tidak sengaja bertemu dengan teman satu kampus yang juga baru tiba, dan mereka akan langsung berjalan ke tepi pantai untuk membuat tenda dan tidur disana (waw sekali bukan). Karena terdengar menarik, kami pun ikut rombongan mereka yang sudah membawa peralatan camp lengkap. Untuk sampai ke tepi pantai kita harus berjalan kaki lagi sekitar 10 menitan, dan harus melewati jembatan gantung yang mana pada pukul 2.30 pagi dan sangat gelap. Karena cuma itu jalan masuknya mau tak mau ya dilewati saja dengan ribut sana sini diperjalanan (hahaha).
Ya singkat cerita pagi itu pun kami tidur di tepi pantai, literally tepi pantai, dengan menggunakan sleeping bag. Waw, tidak pernah saya bayangkan akan tidur di tepi pantai dengan sleeping bag, dengan penerangan hanya dari lilin. Langitnya cantiiiikkk banget plus suara ombak dan bau pantai. Tidak bisa saya ungkapan luar biasanya malam itu dan suasana bangun subuh di tepi pantai.
Paginya bangun, kami langsung bergerak mencari penginapan lagi, karena banyak yang full akhirnya kami mutusin nginap di mobil atau pantai lagi aja malamnya (namun pada akhirnya kami cau dari Desa Sawarna tidur di Pelabuhan Ratu). Setelah numpang mandi di musholla setempat, kami pun mulai menyisiri tepi pantai.
Yang menarik dari Pantai Sawarna adalah, bagian daratan pantai yang luas banget, terus banyak batu-batu karang baik besar dan kecil di tepi pantai. Karena pagi dan siang hari air laut surut, kita bisa tuh jalan ke tengah lautnya untuk sampai di wilayah batu karang yang sangat besarnya. Dan kita juga bisa menyisiri tepi pantai yang penuh baru karang yang sepertinya sudah dikikis puluhan tahun oleh ombak sehingga bentukannya unik-unik.
Daerah yang memiliki spot yang indah yaitu: tanjung layar dan lagun pari. Untuk sampai di lagun pari kami harus jalan kaki menyusuri tepi pantai sepanjang kurang lebih 2 km. Ga heran sih badan saya sekarang kebakar dan perih-perih. Yang luar biasanya lagi, untuk kembali ke daerah parkiran mobil dari lagun pari, akses jalannya cuma bisa dilalui motor (selain kembali menyusuri tepi pantai, tapi karena sore hari air sudah mulai pasang hal tersebut menjadi agak susah), jalannya naik turun dan tidak mulus, alias berbatu-batu besar, dan super menanjak dan menurun sana sini, sepanjang jalan saya hanya bisa mengucap saking takut jatuhnya.
Lalu kami pun mandi dengan menumpang di salah satu rumah warga. Daril yang akan menyetir merasa sanggup untuk langsung melanjutkan perjalanan, kami pun langsung berangkat sekitar pukul 8-an dari Desa Sawarna, nyampe di Pelabuhan Ratu sekitar pukul 9.30 malam. Makan malam bentar, duduk-duduk, lalu tidur di mobil 2.5 jam. Pukul 2.30 pagi pun kami kembali jalan ke Bandung. Dan tiba di Bandung sekitar pukul 4.30 pagi.
Perjalanan yang sangat singkat tapi sangat mengesankan. Pergi dengan keputusan J-2, dengan belum ada yang pernah kesana sama sekali dan tidak ada yang tau jalan kesana sama sekali. Tidur di tepi pantai, numpang mandi di mushola dan di rumah warga, waw, memikirkannya saja saya tidak pernah. Mengingat tipe personal saya yang tidak mau susah kalau lagi liburan. Tapi ternyata liburan hemat itu senangnya berbeda. :D
![]() |
| Tepi Pantai Sawarna |
![]() |
| Pemandangan dari jembatan gantung |
![]() |
| Tanjung Layar, batu karang yang bisa didatangin karena lagi surut |
![]() |
| Tanjung layar |
![]() |
| Jembatan gantung, akses menuju tepi pantai |
![]() |
| Tepi Pantai Sawarna |
![]() |
| Perjalanan menuju Lagun Pari |
Tuesday, March 13, 2012
waktu berjalan sangat cepat
Tak disangka tak diduga sekarang sudah semester 8, iya semester akhir! Tapi sayang, bukan semester akhir untuk saya. Kenyataan bahwa saya harus mengulang satu pelajaran yang gagal di semester 7 memang kenyataan terpahit yang pernah saya rasakan sepanjang hidup. Bukan, bukan bermaksud lebay, tapi memang segitu merusak semuanya. Huft, tapi apa hendak dikata, saya selalu percaya Allah punya jalan terbaik untuk saya.
Mungkin saya yang memang selama ini terlalu sombong.
Selain itu semua, akhir-akhir ini temen-temen angkatan sibuk membicarakan jalan-jalan (terakhir) bareng. Begitu juga dengan nusantara (yah whatever you call lah haha). Bella bilang "kita harus jalan-jalan bareng bertujuh sebelum ada salah satu yang wisuda juli". (Oya FYI wisuda di itb ada 3 periode: juli, oktober, april).
Sedih deh ngebayangin saya sudah pasti ga bisa wisuda juli dan oktober hanya karena satu mata kuliah. Sedih deh ngebayangin kalau ada salah satu dari kami yang wisuda duluan terus kita ga bareng-bareng lagi. Sedih deh ngebayangin ga bakal ada temen-temen deket kaya mereka lagi nanti setelah oktober. Mau nangiiisss.
Kemarin christine bilang: "biasanya kalau udah lulus terus dapet kerja entah dimana, pulangnya nanti ke bandung, bukan ke kampung masing2" Huft yaa Bandung terasa akan sangat ngangenin nanti ketika kita udah ga disini lagi. Waktu berjalan sangat cepat bukan? Saya ngerasa baru kemarin jadi anak TPB, kemana-mana masih berdua wina, terus diajak kenalan sama neng yoel putu bella, terus entah kenapa kenalan sama christine, dan entah kenapa kemana-mana jadi bareng, dan sekarang kami udah mikirin "kita harus jalan-jalan bareng sebelum ada yang wisuda duluan".
Time is running so fast~
Monday, February 20, 2012
nama
Aloha, selamat malam kota bandung yang dari tadi siang awet hujannya.
Sejam terakhir yang lalu sepulang dari kampus (agak kompleks kalimatnya), saya tidur-tiduran sambil melanjutkan baca novel "Negeri 5 Menara" yang memang sudah lama terbengkalai.
Novel yang dikarang oleh penulis Minang itu agak sedikit menggugah saya. Ada satu bagian yang membahas mengenai penamaan di Minang. Disana penulisnya beranggapan, tidak sedikit nama orang minang yang agak 'kebarat-baratan'. Saya langsung teringat dengan pernyataan salah seorang teman yang bilang "kenapa ya orang padang suka ngasi nama anaknya keren-keren, sok kebule-bulean" haha. Awalnya saya pikir, emang iya ya? Agak ga sadar diri dengan nama diri sendiri yang juga 'sok kebule-bulean', haha. Nah pertanyaan itu agak terjawab di novel ini, penulisnya bilang "orang minang selalu sangat percaya diri dan punya semangat global memberi nama anaknya, konon orang minang masih anak cucu dari Alexander Agung, jadi nama keeropa-eropaan mungkin sudah bawaan dari jaman nenek moyang tersebut" tapi ini hanya opini sipenulis ya, belum ada bukti autentik yang menyatakan kebenarannya. Namun yang jelas itu cukup mengocok perut saya, haha. Karena tiba-tiba saya teringat dengan nama saya: kristy rosyemary, cece saya: isabella rosyellini, dan adik perempuan saya: feby violita sari. Padahal kami tidak ada sama sekali keturunan darah eropa, ada juga cina, haha. Tapi kenapa nama kami seolah-olah ada keturunan bulenya? Haha
Saya pernah komplain ke mama mengenai nama saya, karena konon katanya arti kata kristy adalah follower of Christ, sedangkan saya islam tulen dari lahir. Bahkan waktu SD penulisan nama saya: christy, kurang christ apa lagi gitu kan. Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawaban yang memuaskan sih dari mama. Sedangkan nama belakang rosyemary, yang artinya adalah dew of the sea, dibeberapa cerita ada yang mengaitkan dengan Virgin Mary. Rosemary sejenis bunga sebangsa rose yang berwarna biru keunguan. Konon dulu warnanya putih. Tapi pengertian dan makna rosemary sangat beragam, di Greece dan Rome, rosemary adalah lambang kenangan, cinta, dan kematian, rosemary is a symbol of fidelity, fufu :")
Tapi yasudalah, semuanya kembali ke diri sendiri bagaimana menyikapi namanya.
Tapi yasudalah, semuanya kembali ke diri sendiri bagaimana menyikapi namanya.
Yang jelas saya cukup takjub dengan kreatifitas orang minang dalam memberi nama anaknya. Dan memang ternyata tidak sedikit dari orang minang/padang yang namanya memang kebule-bulean, haha :D
Sunday, February 19, 2012
Perbedaan
Berbeda yang ingin saya bahas disini, agak sensitif, yaitu berbeda agama. Yak setidaknya di Indonesia ada enam agama yang diakui pemerintah, yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Saya tidak paham dengan saudara-saudara sebangsa yang bisa saling berantem dengan alasan "berbeda agama". That is so lame. Menurut saya hak setiap orang untuk memilih apa yang menurut hati kecilnya benar. Toh nanti di akhirat juga ga jalan bareng-bareng ke surga atau nerakanya.
Belakangan hidup saya berada di banyak perbedaan agama. Semakin mengenal banyak, pikiran saya entah mengapa semakin terbuka. Tidak, tidak mengurangi keimanan saya, justru saya semakin yakin dengan apa yang saya yakini, kalau dulu saya masih bergejolak, sekarang jauh lebih stabil. Bukan berarti saya mengatakan selain agama Islam salah, tapi saya justru lebih merasa, benar, semua orang berhak untuk memilih kepercayaannya masing-masing.
Oke saya takut membahas lebih jauh tentang itu, karena takut akan berbau SARA.
Yang kemudian menjadi perhatian saya yaitu, pacaran/menikah berbeda agama atau menikah dengan salah satunya pindah agama. Untuk pacaran, saya masih memegang prinsip saya-butuh-imam-yang-seiman, ya setidaknya bisa meluruskan jalan jika pikiran saya mulai banyak lika-liku (lagi), pernyataan tersebut tentu saja akan langsung menghapus opsi menikah berbeda agama. Nah yang terakhir nih yang menarik, menikah dengan salah satunya pindah agama. Based on my experience, -dengan keluarga mama yang Islam Minang campur Batak Mandailing (yang tentunya Islam taat juga) dan keluarga papa yang Budha Chinese-, meskipun sampai saat ini semuanya masih berjalan sangat harmonis (dan mudah-mudahan akan tetap harmonis), tapi saya (kalau bisa) tidak ingin mengambil opsi tersebut. Menarik sih punya keluarga yang berbeda agama dan budaya, tapi terkadang perbedaan-perbedaan itu membuat orang-orang seperti saya "bergejolak", dan saya memilih untuk menghindarinya. Hehe. Jadi intinya, carilah yang seiman, haha. Untuk dijadikan pasangan ya, bukan untuk dijadikan teman atau musuh.
Akhir kata, maaf jika ada yang tersinggung dan tidak setuju, kan opini masing-masing, hehe. Cheers!
Sunday, February 12, 2012
winter trip
Wednesday, February 08, 2012
this is what i called family
Sunday, February 05, 2012
diam yang tidak menyenangkan
Lagi-lagi saya berada di situasi-diam-yang-tidak-menyenangkan. Ini sudah kali kedua setelah dua tahun yang lalu. Kenapa saya bilang tidak menyenangkan? Karena tidak semua masalah bisa selesai dengan diam.
Saya tau kita berbeda kebiasaan, kita berbeda karakter, kita berbeda sifat, kita berbeda di banyak hal. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyatukan perbedaan. Jika memang ada yang tidak sesuai, kenapa tidak diutarakan. Dengan diam toh tidak ada yang selesai, malah semakin memburuk, I am pretty sure we've been throught it. Tapi lagi-lagi kejadiannya seperti ini. Saya hanya terlalu letih untuk mengerti, dan saya juga yakin anda pun.
Seperti tidak membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup, seperti tidak ada gunanya bersosialisasi dengan orang lain, seperti bisa mandiri dengan menyelesaikannya semua sendiri dan dia saja, oke saat ini saya memutuskan untuk mengikutinya.
Saya tau kita berbeda kebiasaan, kita berbeda karakter, kita berbeda sifat, kita berbeda di banyak hal. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyatukan perbedaan. Jika memang ada yang tidak sesuai, kenapa tidak diutarakan. Dengan diam toh tidak ada yang selesai, malah semakin memburuk, I am pretty sure we've been throught it. Tapi lagi-lagi kejadiannya seperti ini. Saya hanya terlalu letih untuk mengerti, dan saya juga yakin anda pun.
Seperti tidak membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup, seperti tidak ada gunanya bersosialisasi dengan orang lain, seperti bisa mandiri dengan menyelesaikannya semua sendiri dan dia saja, oke saat ini saya memutuskan untuk mengikutinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)







