Friday, November 23, 2012

sosok yang dikagumi

Tadi saya diwawancara oleh lima orang adik angkatan 2011 dengan jenis pertanyaan yang sama (sebagai tugas ospek mereka). Salah satu pertanyaannya lumayan menarik bagi saya, yaitu : "siapakah sosok yang kamu kagumi?" pertanyaan sederhana namun bermakna. Tanpa berpikir panjang pun saya langsung menjawab : mama. Ke-lima adik angkatan itu pun memberikan respon yang sama: "ah biasa nih jawabannya kak". 
Jika dipikir lagi, memang benar sih, jawaban saya tipikal sekali. Namun, memang begitulah adanya. Dari dulu saya selalu mengagumi sosok mama dan papa. Saya dibesarkan di keluarga yang berlebih materi dan kasih sayang. Tapi hal tersebut lantas tidak membuat kami semua menjadi anak-anak yang manja dan tidak bersyukur. Ya, dari kecil kami dididik dengan metode bebas namun terkendali. Saya tidak pernah dikekang keluar rumah seperti anak smp jaman itu, tidak pernah dilarang berpacaran seperti anak sma jaman itu, tidak pernah diberi jam malam seperti abg jaman itu, tidak pernah dituntut akademik yang cemerlang, dan tuntutan-tuntutan orang tua lainnya, bahkan kami diberikan fasilitas yang berlebih. Bukan karena mereka tidak peduli, tapi justru karena mereka memberikan kepercayaan kepada kami, yang membuat kami bukanlah merasa takut dan harus memenuhi kemauan orang tua, tapi justru merasa segan dan memiliki rasa tanggung jawab. Terbukti kami semua selalu memberikan prestasi tanpa harus dikekang dan dimarahin sana-sini terlebih dahulu. Sejak saat itu saya terus berkata pada diri sendiri "besok ngedidik anak kaya gini nih harusnya". 
Tapi saya yakin, bagi semua anak di dunia ini, orangtua adalah sosok yang paling dikagumi, seburuk apapun mereka, tetap saja jika mereka tidak ada, maka kita pun tidak akan pernah ada di dunia ini. Jadi lagi-lagi, mari bersyukur!

No comments:

Post a Comment